Ambulans Pembawa Jenazah Diduga Ditolak Isi Pertalite di SPBU Sabilambo, Keluarga Terpaksa Bermalam di Perjalanan
CYBERKRIMINAL.COM, KOLAKA – Pelayanan SPBU Sabilambo, Kabupaten Kolaka, menuai sorotan tajam setelah muncul dugaan penolakan pengisian bahan bakar jenis Pertalite terhadap sebuah ambulans yang sedang mengangkut jenazah menuju Makassar.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa malam, 2 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WITA. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, sopir ambulans yang membawa jenazah mendatangi SPBU Sabilambo untuk mengisi bahan bakar guna melanjutkan perjalanan ke Makassar. Namun, permintaan tersebut diduga ditolak oleh petugas SPBU.
Sikap petugas itu dinilai menimbulkan pertanyaan publik. Pasalnya, ambulans merupakan kendaraan layanan kemanusiaan yang dalam kondisi tertentu membutuhkan penanganan dan kebijakan cepat, terutama saat sedang membawa pasien maupun jenazah dalam perjalanan jarak jauh.
Akibat tidak memperoleh bahan bakar, perjalanan ambulans dilaporkan terhambat. Sopir bersama keluarga jenazah terpaksa menghentikan perjalanan dan bermalam di tengah perjalanan. Kondisi tersebut membuat proses pengantaran jenazah ke tempat tujuan mengalami keterlambatan.
Sejumlah pihak menilai bahwa aturan pelayanan BBM memang harus ditegakkan, namun aspek kemanusiaan juga tidak boleh diabaikan. Terlebih, ambulans yang sedang menjalankan tugas sosial dan kemanusiaan seharusnya mendapat perhatian khusus agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
"Kami berharap manajemen SPBU melakukan evaluasi terhadap kejadian ini. Petugas di lapangan harus mampu memahami situasi darurat dan mengambil langkah yang bijaksana tanpa mengabaikan aturan yang berlaku," ungkap sumber yang diterima redaksi.
Masyarakat juga meminta pihak pengelola SPBU Sabilambo untuk memberikan pembinaan kepada seluruh petugas agar lebih mengedepankan pelayanan yang humanis, khususnya terhadap kendaraan ambulans yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SPBU Sabilambo maupun pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan pengisian Pertalite terhadap ambulans tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya berbicara soal prosedur, tetapi juga menyangkut empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
