Etika Tanpa Pengenalan Diri Hanya Jadi Gema Kosong. Bedakan Air Dan Cermin
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Dalam pewayangan Jawa, Gareng dikenal sebagai punakawan cacad yang bijak. Fisiknya tidak sempurna, tapi tutur dan lakunya jadi cermin mawas diri. Filosofi itu kembali mengemuka lewat petuah Semar dalam pagelaran wayang kulit di Pendopo Taman Budaya kebanggaan masyarakat.
Di tengah derasnya arus globalisasi, Semar mengingatkan bahwa etika sejati tidak bisa hanya berhenti di permukaan. Etika harus berakar pada pengenalan diri.
Eyang menegaskan, banyak orang sudah mengenal ajaran etika, baik dari dunia pendidikan maupun ajaran agama Islam. Namun menurutnya, etika akan rapuh jika hanya dipelajari sebatas ilmu syariat tanpa dilandasi ilmu hakikat.
Semar menjelaskan, diri manusia sejatinya diselimuti tujuh sifat yang memengaruhi laku hidup. Tanpa adanya pencucian qalbu, seseorang hanya akan pandai bercerita dan mengkritik di media sosial, tanpa benar-benar memahami hakikat etika itu sendiri.
Untuk memperjelas, ia mengajak penonton bercermin pada perbedaan antara cermin dan air.
“Cermin berada pada satu tempat, sementara air memiliki luas dan arus yang tidak dapat terjangkau. Begitu juga dengan pengalaman hidup. Kita harus bisa membedakannya,” ujarnya.
Cermin digunakan untuk melihat wajah sendiri, begitu pula air bisa memantulkan wajah. Yang penting, menurut Semar, adalah menyadari perbedaannya agar tidak terjebak pada satu sisi saja.
Semar menutup petuahnya dengan pesan sederhana namun menusuk:
“Sering-seringlah belajar mengarungi air, sehingga jangan sampai tenggelam di tengah arus karena lupa akan diri.”
Bagi para pegiat budaya yang hadir, pesan itu menjadi pengingat bahwa etika sejati lahir dari pemahaman diri, bukan sekadar hafalan teori.
“Fundamental memang pondasi kehidupan manusia. Tapi tanpa melakoni hakikatnya, semua itu akan hampa ditelan bumi,” pungkas Semar.
Pagelaran itu membuktikan, lewat humor dan sindiran punakawan, wayang kulit tetap relevan sebagai media pendidikan karakter lintas generasi.
Penulis Hendrick
