Kasus “Lodes” Belum Terjawab, Kini Beredar Rekaman Dugaan Jual-Beli Kamar dan Narkoba di Rutan Tanjung Gusta
CYBERKRIMINAL.COM, MEDAN — Persoalan di Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan semakin memanas. Belum tuntas dugaan aktivitas penipuan online atau bisnis “Lodes” yang dikaitkan dengan mantan warga binaan Bobi Santana Sembiring alias BS, kini kembali beredar video dan rekaman percakapan yang dikaitkan dengan dugaan aktivitas narkoba serta jual-beli atau pengaturan kamar di dalam rutan.
Jika seluruh informasi tersebut terbukti, persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran warga binaan. Pertanyaan besarnya adalah siapa yang membuka akses, siapa yang mengatur, dan apakah ada oknum internal yang diduga mengambil keuntungan?
Kasus “Lodes” sendiri mencuat setelah wartawan memperoleh keterangan, data, dan dokumen transaksi yang dikaitkan dengan aktivitas tersebut. BS, yang sebelumnya berada di Rutan Kelas I Medan, disebut telah dipindahkan, Minggu (30/8/2026).
Dalam rangkaian persoalan itu, muncul pula nama Ridwan alias Iwan yang disebut merupakan teman BS sejak keduanya pernah sama-sama menjalani hukuman di Rutan Kelas I Medan.
Menurut informasi yang diperoleh, beberapa bulan lalu BS menghubungi Ridwan dan mengaku sedang menghadapi persoalan di dalam rutan. BS disebut meminta bantuan terkait sejumlah tagihan yang berkaitan dengan bisnis “Lodes”.
Persoalan kemudian berkembang setelah muncul informasi bahwa Ridwan diduga berhasil meminta kembali belasan telepon genggam milik BS dari oknum pegawai.
Bagaimana belasan telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut bisa berada dan kemudian diserahkan kembali? Siapa yang menguasai, siapa yang menyerahkan, dan atas dasar apa barang tersebut diberikan?
Informasi lain juga menyebut adanya pertemuan antara Ridwan dengan Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi, serta sejumlah pihak yang disebut berkaitan dengan persoalan “Lodes”. Namun hasil pembahasan pertemuan tersebut belum dijelaskan secara terbuka.
Belum selesai pertanyaan mengenai “Lodes”, kini beredar pula informasi dugaan narkoba dan transaksi kamar.
Apakah kamar tertentu di dalam rutan bisa diperoleh dengan uang? Jika benar, siapa yang menawarkan, siapa yang membayar, dan kepada siapa uang itu diduga mengalir?
Pemeriksaan tidak boleh hanya menyasar warga binaan. Jika terdapat indikasi pelanggaran, petugas dan staf yang memiliki akses terhadap blok maupun kamar juga harus diperiksa.
Jangan pula sampai razia dilakukan setelah informasi pemeriksaan bocor dan barang yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran sudah lebih dulu dipindahkan atau “dikondisikan”.
Sejak kasus “Lodes” mencuat, upaya konfirmasi kepada Kepala Rutan dan sejumlah pegawai terus dilakukan. Namun hingga narasi ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi terkait berbagai informasi yang beredar.
Jika semua informasi itu tidak benar, bantah dengan bukti dan penjelasan terbuka.
Namun jika benar terdapat pelanggaran, jangan berhenti pada razia seremonial.
Bongkar sampai ke akar: siapa yang menyediakan akses, siapa yang mengatur, siapa yang diduga menerima keuntungan, dan apakah ada oknum internal yang selama ini membuka celah.
Publik ingin jawaban atas kasus “Lodes”, dugaan narkoba, dan dugaan jual-beli kamar yang kini terus mencuat dari balik tembok Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan.
Reporter: Rezanasti
