Pemerhati Desak Wali Kota Langsa Segera Turun Tangan, Titik Rawan Kejahatan Harus Cepat Direspons
CYBERKRIMINAL.COM, LANGSA — Insiden pembegalan terhadap seorang ibu di Jalan T.M. Bahrum, Kecamatan Langsa Barat, kembali menyoroti persoalan penerangan jalan dan pengawasan keamanan di sejumlah wilayah Kota Langsa.
Minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan dinilai dapat menciptakan kondisi yang rawan dan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Kondisi tersebut mendorong pemerhati sosial dan lingkungan Kota Langsa meminta Pemerintah Kota Langsa segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan masyarakat.
Pemerhati sosial dan lingkungan Kota Langsa, Zainal Abidin, M.Si., mantan pejabat BUMD DKI Jakarta, mengatakan aksi pembegalan bukan merupakan persoalan baru. Menurutnya, kejadian serupa telah berulang kali terjadi di wilayah Kota Langsa, baik pada siang maupun malam hari.
Ia menyoroti masih belum maksimalnya penerangan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Di antaranya kawasan Titik Kembar, Langsa Lama, Jalan A. Yani hingga Alur Dua.
"Begitu juga jalur perkampungan, seperti jalur lintas Gampong Blang hingga Lhokbani dan sampai ke Simpang Komodor, penerangan lampu jalan masih kurang maksimal," tegas Zainal Abidin.
Menurut Zainal, persoalan penerangan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan kenyamanan warga, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman. Karena itu, ia mendesak Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., agar segera memprioritaskan perbaikan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), terutama pada titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
"Kami meminta pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap titik-titik rawan, khususnya pada jam-jam rawan tengah malam," ujarnya.
Selain meminta Pemko Langsa meningkatkan penerangan, Zainal juga mendorong PT PLN UP3 Langsa memastikan pasokan listrik untuk penerangan jalan umum berjalan stabil. Menurutnya, jangan sampai lampu penerangan justru padam pada waktu-waktu yang dianggap krusial bagi keamanan masyarakat.
Tak hanya penerangan, Zainal juga meminta Pemko Langsa memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, termasuk Jalan T.M. Bahrum dan titik lainnya.
Menurutnya, keberadaan CCTV dapat membantu memantau pergerakan di lokasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan apabila terjadi tindak pidana.
"Dengan adanya CCTV, pergerakan pelaku dapat terpantau sehingga dapat membantu penyidik mengidentifikasi, melacak dan menangkap pelaku. Selain itu, keberadaan sistem pengawasan juga diharapkan dapat memberikan efek pencegahan," tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Langsa, Beni, berharap desakan tersebut segera mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah.
"Kami sudah resah. Semoga pemerintah serius menyikapi keluhan masyarakat demi mewujudkan Langsa yang aman dan nyaman," ujarnya.
Masyarakat berharap persoalan penerangan jalan dan pengawasan keamanan tidak hanya menjadi perhatian setelah terjadi tindak kejahatan. Langkah preventif, pemetaan titik rawan, optimalisasi PJU, serta pemasangan CCTV dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keamanan dan kenyamanan warga dapat lebih terjamin.
Catatan Redaksi: CYBERKRIMINAL.COM membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang disebut maupun terkait dalam pemberitaan ini. Hak jawab merupakan bagian penting dalam menjaga keberimbangan, objektivitas, dan profesionalitas pemberitaan.
Sabtu malam, 29 Agustus 2026
Penulis: Hendrik
