BREAKING NEWS

Kepsek SMPN 12 Langsa: Revitalisasi Sekolah Dilaksanakan Secara Swakelola dan Libatkan Warga Sekitar

CYBERKRIMINAL.COM, LANGSA – Kepala SMPN 12 Langsa, Muhammad Yusuf, S.Pd., menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah yang tengah berjalan di sejumlah SMP di Kota Langsa dilaksanakan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima tim investigasi di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).

Muhammad Yusuf menjelaskan, seluruh kepala sekolah SMP penerima program revitalisasi di Kota Langsa sebelumnya telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) selama tiga hari di Banda Aceh. Dalam kegiatan itu, tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa pelaksanaan revitalisasi mengacu pada Nota Kesepahaman (MoU) antara kementerian tersebut dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

“Program revitalisasi ini bersifat swakelola. Artinya, pelaksanaan pekerjaan melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat sekitar sekolah serta ketua komite, sebagaimana diatur dalam isi MoU,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, sistem swakelola bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar sekaligus menciptakan transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan. Ketua komite sekolah turut dilibatkan dalam fungsi pengawasan, sementara tenaga kerja dari lingkungan sekitar diprioritaskan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, pola tersebut juga sejalan dengan regulasi pemerintah mengenai pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang membuka ruang pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan tertentu.

Selain itu, Yusuf juga meluruskan isu yang berkembang terkait dugaan pencatutan nama lembaga negara. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara kementerian dan Kejaksaan Agung memang ada dan telah disampaikan secara resmi dalam forum Bimtek kepada seluruh kepala sekolah peserta dari Aceh.

“Informasi mengenai adanya MoU itu disampaikan langsung dalam Bimtek resmi. Karena itu, kami berharap setiap pemberitaan dilakukan melalui proses konfirmasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Yusuf juga mengajak insan pers sebagai mitra strategis dunia pendidikan untuk tetap mengedepankan etika jurnalistik saat melakukan peliputan di lingkungan sekolah. Ia berharap koordinasi dilakukan terlebih dahulu apabila membutuhkan data, dokumentasi, maupun wawancara sebelum pemberitaan diterbitkan.

Ia menilai, prinsip konfirmasi dan keberimbangan sangat penting dijaga demi menghasilkan informasi yang akurat, profesional, serta tidak merugikan pihak mana pun.


Pewarta : Hendrik
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image