Jembatan Renged Rawan Kecelakaan, Warga Soroti Minimnya Perbaikan dan Pelebaran Jalan
CYBERKRIMINAL.COM, SERANG — Kondisi Jembatan Renged yang berada di ruas jalan lintas perbatasan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan masyarakat. Infrastruktur yang dinilai sempit dan rawan kecelakaan tersebut kembali memicu insiden setelah sebuah truk pengangkut beras terperosok di sisi jalan, Jumat (4/9/2026) malam.
Truk bernomor polisi B 9148 PQA diketahui membawa muatan sekitar 2 ton beras Bulog. Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami kesulitan saat melintasi tanjakan di kawasan Jembatan Renged, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang. Akibatnya, roda kendaraan terperosok di tepi ruas jalan dan membuat arus lalu lintas sempat tersendat.
Seorang warga Renged, Jamaksari, mengatakan kondisi jembatan yang relatif sempit menjadi salah satu persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, kejadian kendaraan terperosok maupun kecelakaan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi.
«“Truk terperosok di jalan lintas perbatasan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Roda truk terperosok karena tidak kuat menanjak dengan beban yang dibawa. Kejadian seperti ini sering terjadi karena jembatannya kecil dan membutuhkan pelebaran,” ujarnya.»
Jamaksari juga mempertanyakan tindak lanjut pemerintah terkait kondisi Jembatan Renged. Ia berharap survei maupun dokumentasi yang dilakukan pihak terkait dapat dilanjutkan dengan langkah nyata berupa perbaikan dan pelebaran jembatan.
«“Jangan hanya disurvei dan difoto-foto oleh pihak terkait, tetapi harus ada realisasinya. Masyarakat membutuhkan jembatan yang aman dan layak untuk dilalui,” tegasnya.»
Karena posisi truk sempat menghambat badan jalan, masyarakat bersama para pemuda setempat turun tangan melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup untuk mengurangi kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Proses evakuasi kendaraan berlangsung lebih dari tiga jam. Petugas dan masyarakat harus menurunkan sekitar 400 karung beras dari kendaraan sebelum truk akhirnya dapat dipindahkan dari lokasi.
Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas di sekitar Jembatan Renged kembali berjalan normal.
Insiden tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur, khususnya pada ruas jalan dan jembatan yang menjadi jalur mobilitas masyarakat serta kendaraan angkutan barang.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Jembatan Renged, termasuk mempertimbangkan pelebaran dan perbaikan konstruksi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebutuhan tersebut.
Sementara itu, Farid, Ketua DPW KJNI, mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu mematuhi ketentuan lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Demi keamanan dan keselamatan bersama, kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menyesuaikan kendaraan dan muatan dengan kondisi jalan yang dilalui,” ujarnya.
Ketua DPW KJNI Banten
