Warga Serampah Gelar Aksi di DPRK Aceh Tengah, Tuntut Jadup dan Kepastian Hunian Tetap
TAKENGON, ACEH TENGAH — Masyarakat Serampah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, menggelar aksi penyampaian aspirasi di Gedung DPRK Aceh Tengah, Kamis (20/8/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan pemenuhan hak masyarakat terdampak bencana, khususnya terkait jaminan hidup (jadup) dan kepastian pembangunan hunian tetap (huntap).
Aksi ini menjadi bagian dari perhatian masyarakat Kecamatan Ketol terhadap keberlanjutan penanganan pascabencana. Sebelumnya, Forum Masyarakat Ketol (FORMASKET) juga telah menyuarakan percepatan penyelesaian persoalan relokasi permukiman dan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Dalam penyampaian aspirasi di hadapan pihak legislatif, masyarakat meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai hak-hak warga yang hingga kini masih menantikan penyelesaian tempat tinggal yang aman dan layak. Bagi warga, persoalan jadup dan huntap bukan sekadar janji administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk memulihkan kehidupan mereka setelah terdampak bencana.
Perwakilan masyarakat kemudian melakukan komunikasi dengan pihak DPRK Aceh Tengah untuk menyampaikan tuntutan dan harapan agar persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah membahas sejumlah usulan terkait lokasi relokasi dan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana. Persoalan percepatan huntap sendiri telah menjadi salah satu tuntutan masyarakat Ketol dalam aksi sebelumnya di DPRK Aceh Tengah.
Setelah proses dialog dan penyampaian aspirasi berlangsung, masyarakat Serampah menyatakan puas dengan hasil pertemuan. Namun, kepuasan tersebut disertai harapan agar hasil pembahasan tidak berhenti sebatas pertemuan, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret dan terukur.
Masyarakat juga menyampaikan apresiasi kepada DPRK Aceh Tengah yang telah menerima serta mendengarkan aspirasi mereka. Warga berharap lembaga legislatif bersama pemerintah daerah terus mengawal proses pemenuhan jadup dan pembangunan huntap hingga benar-benar terealisasi.
Aksi berlangsung secara terbuka dan damai. Masyarakat menegaskan bahwa perjuangan mereka merupakan bentuk penyampaian aspirasi untuk memperoleh kepastian hak serta kehidupan yang lebih layak dan aman pascabencana.
Bagi warga Serampah, pembangunan huntap bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol kepastian masa depan. Karena itu, mereka berharap komitmen pemerintah segera diwujudkan dalam tindakan nyata.
Cyberkriminal.com — Takengon

