BREAKING NEWS

Antrean Bio Solar Mengular di Balikpapan, Sopir Truk: “Kami Sudah Jenuh, Tapi Ini Sumber Nafkah Kami”

CYBERKRIMINAL.COM, BALIKPAPAN, 16 AGUSTUS 2026 — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Bio Solar subsidi, kembali menjadi sorotan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi antrean yang panjang disebut telah berlangsung berulang kali dan dirasakan masyarakat, terutama para sopir angkutan dan truk yang bergantung pada Bio Solar untuk menunjang aktivitas pekerjaan mereka.

Seorang sopir truk yang ditemui saat mengantre mengaku sudah merasa jenuh dengan situasi tersebut. Menurutnya, antrean BBM bukan persoalan baru karena telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Entah sampai kapan antre seperti ini terus. Sudah bertahun-tahun antrean BBM selalu begini. Kami sebenarnya sudah sangat jenuh dengan situasi seperti ini. Tapi mau bagaimana, karena ini pekerjaan kami,” ujarnya.

Ia menuturkan, para sopir terpaksa tetap menjalani antrean panjang demi memenuhi kebutuhan operasional kendaraan dan mempertahankan sumber penghasilan keluarga.

“Kalau tidak kami jalani, dari mana kami mencari nafkah untuk keluarga? Kami masyarakat kecil yang profesinya hanya sopir truk. Jadi cukup menahan sabar dengan keadaan seperti ini,” katanya.

Persoalan tersebut dinilai semakin ironis karena Balikpapan selama ini dikenal luas sebagai salah satu kota yang memiliki sejarah kuat dalam industri minyak dan energi. Namun, di sisi lain, masyarakat pengguna BBM subsidi masih menghadapi kesulitan memperoleh Bio Solar dan harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.

Para sopir mempertanyakan langkah pemerintah dan pihak terkait dalam mengatasi persoalan tersebut secara permanen. Mereka berharap tidak hanya dilakukan penanganan sementara, tetapi ada solusi konkret untuk mengurangi panjangnya antrean.

“Sangat disayangkan kalau kondisi seperti ini dibiarkan terus-menerus. Padahal Balikpapan dikenal sebagai kota minyak, tetapi BBM subsidi justru sulit didapat. Setiap hari antreannya selalu mengular,” keluhnya.

Menurut informasi yang disampaikan sopir, sebelumnya sempat muncul kabar mengenai rencana penambahan SPBU yang melayani Bio Solar di wilayah Balikpapan. Namun, hingga Minggu, 16 Agustus 2026, para sopir mengaku belum melihat penambahan fasilitas tersebut sebagaimana yang mereka harapkan.

Saat ini, menurut keterangan sopir yang ditemui di lapangan, layanan Bio Solar yang menjadi tujuan utama mereka antara lain berada di kawasan KM 13 dan KM 15. Keterbatasan titik layanan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan konsentrasi kendaraan menumpuk dan antrean menjadi panjang.

Para sopir angkutan berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat mengevaluasi distribusi serta ketersediaan Bio Solar subsidi dan mempertimbangkan penambahan SPBU yang melayani kebutuhan kendaraan angkutan.

“Kami sebagai sopir angkutan berharap secepatnya ada penambahan SPBU yang melayani Bio Solar. Kalau tidak ada penambahan, antrean akan terus mengular. Setidaknya ada empat atau lima SPBU yang menjual Bio Solar agar antrean bisa terbagi,” harapnya.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena antrean panjang BBM bukan hanya menyita waktu para sopir, tetapi juga berpotensi mengganggu produktivitas sektor transportasi dan distribusi barang. Karena itu, diperlukan data dan evaluasi resmi mengenai ketersediaan, distribusi, kuota, serta titik layanan Bio Solar subsidi di Balikpapan.


Pewarta: Rohin
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image