Puluhan Ton Ikan Mati, Muncul Sindiran Warga: Tiga Kadis Diduga Beralih Fungsi Jadi "Ajudan Pribadi" Bupati Deli Serdang
Cyberkriminal.com DELI SERDANG – Ribuan ekor ikan budidaya milik warga dilaporkan mati secara massal akibat dugaan pencemaran air sungai yang melintasi Desa Medan Senembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Desa Tandukan Raga, Kecamatan STM Hilir, hingga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (13/7/2026).
Peristiwa tersebut diduga dipicu menurunnya kualitas air sungai yang selama ini menjadi sumber utama bagi aktivitas budidaya perikanan masyarakat. Akibatnya, ribuan ikan yang sebagian telah memasuki masa panen mati dalam waktu singkat, sehingga para petani ikan mengalami kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai puluhan ton hasil budidaya.
Di tengah kondisi itu, warga mengaku kecewa karena merasa belum mendapat penanganan cepat dari instansi terkait. Mereka menyoroti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang, Rio Laka Dewa, S.STP., M.AP., yang menurut mereka sulit ditemui saat laporan dugaan pencemaran disampaikan.
"Kami melapor karena puluhan ton ikan mati, tetapi Kadis DLH tidak pernah berada di tempat. Kami butuh tindakan nyata, bukan pembiaran," ujar salah seorang warga.
Tak hanya itu, warga juga melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup. Menurut mereka, perhatian pejabat lebih banyak tersita mendampingi kegiatan Bupati dibandingkan menangani persoalan lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
"Kadis Lingkungan Hidup seperti ajudan Bupati. Ke mana Bupati turun, selalu ikut. Yang jadi pertanyaan, mengapa setiap kegiatan Bupati harus dikawal sampai tiga kepala dinas sekaligus, termasuk Kadis Tata Ruang dan Kadis Bina Marga, sementara persoalan yang menimpa masyarakat justru terkesan terabaikan," ungkap warga.
Kekecewaan warga juga mengarah pada kinerja Pemerintah Kabupaten Deli Serdang secara keseluruhan. Mereka menilai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani ikan, belum mendapat penyelesaian yang memadai.
"Kami melihat belum ada perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Justru yang kami alami sekarang adalah kerugian besar. Kami kecewa karena petani ikan yang menjadi korban," tegas warga.
Selain dugaan pencemaran sungai, warga juga mengeluhkan limbah yang diduga berasal dari pabrik kelapa sawit (PKS) dan kandang sapi di kawasan Patumbak. Menurut mereka, saat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, limbah tersebut diduga mengalir ke anak sungai yang menjadi sumber air bagi kolam-kolam budidaya ikan.
Atas kondisi tersebut, sejumlah warga bahkan menyampaikan desakan agar para pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
"Kalau memang tidak mampu mengemban amanah sebagai pejabat yang dipilih untuk melayani rakyat Deli Serdang, lebih baik mundur daripada masyarakat terus menjadi korban," ucap seorang warga.
Secara terpisah, seorang tokoh masyarakat juga mempertanyakan peran sejumlah kepala dinas yang dinilai lebih sering mendampingi Bupati dibanding menjalankan tugas pokok di instansi masing-masing.
"Untuk apa tiga kepala dinas selalu mengawal Bupati? Jangan sampai masyarakat menilai mereka justru mengambil peran tambahan seperti ajudan Bupati, sementara tugas dan tanggung jawab utama sebagai pimpinan OPD menjadi terabaikan," katanya.