Zulfadli Bongkar Kisah Tolak Tawaran Politik Jefri Sentana: " Pak Walikota Langsa Tidak Alergi.
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA KANGSA - Zulfadli, membongkar pengalamannya menolak tawaran dukungan politik dari Jefri Sentana Putra sebelum menjabat Wali Kota Langsa. Pengakuan itu disampaikan kepada Tim Investigasi Cyberkriminal.com lewat via WhatsApp, Jumat 12/6/2026.
Menurut Zulfadli, peristiwa itu terjadi dalam pertemuan di sebuah kafe kawasan PB Blang Pase. Pertemuan itu disaksikan beberapa orang, di antaranya Popon alias Popon Engkol serta sejumlah tokoh lainnya.
"Dalam pertemuan tersebut Jeffry Sentana S. Putra , menawarkan saya untuk memberikan dukungan pada pemilihan Wali Kota Langsa. Namun tanpa ragu saya menolak ajakan tersebut," ujar Zulfadli.
"Saya sampaikan langsung kepada Jefri, maaf, saya tidak bisa mendukung. Berdasarkan pengalaman saya, politik sering dipenuhi janji yang tidak sesuai kenyataan. Dulu saya pernah mendukung Partai Aceh dengan harapan ada perubahan dan lapangan kerja lebih baik, tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan masyarakat," tegasnya.
Zulfadli menuturkan Popon Engkol sempat meyakinkannya. "Popon bilang ke saya, 'Kalau dia lain, Zul'. Tapi saya jawab, 'Menurut saya sama saja. Saya sudah cukup kecewa dengan janji-janji politik. Jangan lagi mencoba meyakinkan saya dengan janji yang sama'," katanya.
Dalam pertemuan itu Zulfadli juga menyampaikan pandangannya secara terbuka. "Saya bilang waktu itu, lebih baik saya memilih presiden daripada Wali Kota. Kalau presiden jelas-jelas gaji PNS bisa bertambah, sementara Wali Kota kurang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pegawai. Buat apa percaya pada janji politik yang belum tentu terbukti," ungkapnya.
Meski tidak memiliki rekaman percakapan, Zulfadli menegaskan peristiwa itu benar terjadi dan bisa dikonfirmasi ke pihak yang hadir. Ia menduga sikap kritisnya terhadap kebijakan Pemko Langsa membuat dirinya mendapat perlakuan tidak adil. "Saya merasa ada ketidaksenangan karena sejak awal saya tidak pernah ikut arus dan selalu menyampaikan kritik terbuka," ujarnya.
Di akhir pernyataan, Zulfadli menegaskan kritiknya murni demi kepentingan publik. "Kritik adalah bagian dari demokrasi. Saya menyampaikan apa yang saya anggap benar demi masyarakat. Jika ada yang merasa terganggu oleh kritik itu, seharusnya dijawab dengan kinerja dan argumentasi, bukan dengan tindakan yang merugikan pihak yang menyampaikan kritik," pungkasnya.
Catatan: Pernyataan ini merupakan keterangan Zulfadli kepada Tim Investigasi.
Hasil Upaya konfirmasi Tim Investigasi kepada pak Walikota Langsa Jeffry Sentana S. Putra dan langsung mendapatkan respon lewat kontak via whatsapp chat terkait Saudara ZulFadli, . 1.Diduga Alergi?
Saya Gak Punya Alergi. Udah saya check ke prodia.
2. Saudara Zul itu kan ASN ya, ASN itu Siap ditempatkan dimana saja. Jika masih Rotasi dan Mutasi kan itukan sesuatu hal yang biasa sebagai bentuk penyegaran organisasi. Dan Permintaan Pindah dari yang bersangkutan sesuai dengan berita acara saat sidang BKPSDM
3. Dan Satu Hal Lagi Kalau Mau Jadi ASN itu ada aturan nya, Bukan Sesuka Hati Beliau. Jika Gak Mau ikut aturan silahkan keluar atau mengundurkan diri jadi ASN. Saya tidak pernah meminta ASN manapun mendukung saya, selain kerelaan pribadi masing - masing yang dijamin konstitusional.
4. Seingat Saya gak pernah mengajak saudara Zul dan selama mencalonkan diri sebagai walikota dan saya gak pernah bertemu langsung maupun tidak langsung..
(Tim Investigasi - Hendrik)
