BREAKING NEWS

Suhu Politik Sidorejo Memanas, Warga Desak DPMG Diskualifikasi Calon No. 2 dan Copot Ketua P2G Rangkap Jabatan

CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA, 29 Juni 2026 - Konflik mulai memanas di tengah masyarakat Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, jelang Pilgeuchik Serentak di 47 Gampong kota Langsa, pada tanggal 19 Juli 2026. awal Pemicunya adalah pemasangan spanduk Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Geuchik Nomor Urut 2 di sebuah warung bakso yang diduga dijadikan posko kemenangan.


Pemasangan APK tersebut diduga melanggar Keputusan Wali Kota Langsa No. 298/400./2.10/2026 tentang Tahapan Pilgeuchik, serta Perwal No. 14 Tahun 2026. Dalam aturan itu, masa kampanye dan pemasangan APK dimulai pada 10 hingga 16 Juli 2026.


Masyarakat lainnya, mengungkapkan khawatir ini dapat memicu konflik politik antar tim sukses masing-masing calon. Aturannya sudah jelas, kenapa dilanggar? Ini mencederai asas keadilan,” ungkap salah seorang warga Sidorejo kepada tim media, Senin ( 29/6/2026 )


*Desak Diskualifikasi dan Copot Ketua P2G*  

Gelombang desakan publik kini mengarah ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Langsa. Warga mempertanyakan ketegasan DPMG untuk menjatuhkan sanksi diskualifikasi terhadap Calon Geuchik Nomor Urut 2 yang diduga “mengangkangi” aturan Wali Kota.


Tak hanya itu, suhu politik kian memanas setelah publik menyoroti dugaan rangkap jabatan Ketua Panitia Pemilihan Geuchik (P2G) Gampong Sidorejo. Ketua P2G yang akrab disapa warga dengan panggilan Ujang, saat ini juga diketahui masih aktif menjabat sebagai Kaur Kesra di pemerintahan gampong.


“Mengacu pada Perwal No. 14 Tahun 2026, setiap PNS maupun ASN tidak dibenarkan rangkap jabatan, apalagi sebagai Ketua P2G. Ini jelas melanggar dan rawan konflik kepentingan,” tegas warga lainnya.


*Minta Wali Kota Bertindak*  

Desakan dari berbagai elemen masyarakat kini meminta Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., bersama DPMG Kota Langsa dan Camat Langsa Lama untuk segera mengambil keputusan tegas.


Publik menegaskan, pembiaran terhadap dua persoalan ini — APK curi start dan rangkap jabatan Ketua P2G — berpotensi memicu mosi tidak percaya, baik terhadap calon geuchik maupun Pemerintah Kota Langsa.


“Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan. Kalau aturan dibuat tapi tidak ditegakkan, untuk apa ada Pilgeuchik? Kami minta Wali Kota dan DPMG turun tangan sebelum konflik membesar,” pungkas warga.


Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya mengonfirmasi pihak DPMG Kota Langsa, Camat Langsa Lama, serta Ketua P2G Sidorejo terkait desakan warga tersebut.



Atas menjaga keberimbangan berita selanjutnya Tim Investigasi bersama Radaksi Cyber kriminal Com berkomitmen membuka ruang hak jawab pertanyaan berikut nya kepada pihak Terkait. 


( Tim Investigasi - Hendrik)



KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image