Ridwan Bantah Tuduhan Pengeroyokan, Anaknya Justru Jadi Korban Pemukulan, Hasil Visum Telah di Kantongi
CYBERRKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA
Pendiri LSM Bungon Lam Jaroe, Zulfadli S.Sos.I, MM, menerima surat pernyataan dari keterangan dari saudara Ridwan B terkait dugaan pengeroyokan yang dilaporkan ke Polres Langsa pada pekan lalu oleh pihak berinisial R. Keterangan tersebut disampaikan di sebuah kafe di Kota Langsa, Selasa 16 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, di hadapan sejumlah awak media.
Ridwan B menegaskan bahwa dugaan tuduhan pengeroyokan yang ditujukan kepadanya tidak benar. Menurutnya, justru pihak R yang datang ke rumahnya pada Rabu 08.00 WIB dan memicu keributan.
“Awalnya R mendatangi rumah saya pukul 08.00 WIB pagi. R berkata, ‘Kak Yus, ini HP saya dan ini bukti kotaknya’, lalu membanting kotak HP tersebut ke tanah pekarangan rumah saya. Itu disaksikan istri dan anak saya,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, setelah keributan itu R langsung pulang. Sekitar pukul 09.00 WIB pagi, Ridwan kemudian mendatangi keplor untuk melaporkan kejadian tersebut.
Dua hari berselang, Ridwan dipanggil oleh perangkat Desa Lhok Bani di kantor Geuchik Kecamatan Langsa Barat untuk mediasi perdamaian. Pertemuan itu dihadiri Keplor Lorong Hijriah, Keplor Lorong Islah, Tuha Peut Gampong Katimas, Babinsa, Imam Gampong, Geuchik, serta keluarga R.
Saat musyawarah berlangsung, Geuchik meminta keterangan dari R. Namun istri R secara spontan menyatakan syarat perdamaian.
“Saya mau damai asalkan ada uang perdamaian senilai Rp50 juta,” ujar istri R dalam forum tersebut.
Ridwan yang saat itu dalam kondisi sakit sesak napas dan jantung tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Namun Melalui istrinya, Ridwan menjawab.
“Jangankan uang Rp50 juta, untuk Rp50 ribu pun saya tidak punya. Bukan saya tidak mau berdamai,” ucap istri Ridwan.
Karena tidak mencapai kesepakatan, Geuchik memutuskan perkara dikembalikan ke Polres Langsa untuk diproses sesuai hukum.
Ridwan juga mengungkap fakta lain. Anaknya, Andi Irawan, turut menjadi korban dalam cekcok tersebut. Andi mengalami pemukulan hingga hidungnya mengeluarkan darah kental dan harus dilarikan ke RSUD Kota Langsa untuk perawatan. Dan hasil visum telah dikantongi keluarga.
Tim investigasi dan LSM Bungon Lam Jaroe berkomitmen membuka ruang hak jawab seluas-luasnya demi menjaga asas dan prinsip jurnalistik. Hingga berita ini ditayangkan, tim belum menerima keterangan resmi dari pihak Geuchik maupun pihak R untuk dimuat secara berimbang.
(Tim - Hendrik)
