Masyarakat Gayo Minta Presiden Prabowo Mekarkan Aceh Jadi Provinsi Aceh Leuser Antara
CYBERKRIMINAL.COM, TAKENGON – Masyarakat Gayo kembali menyuarakan aspirasi pemekaran. Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara atau ALA. Alasannya, pemekaran dinilai solusi pemerataan pembangunan dan pelestarian kawasan ekosistem Leuser yang selama ini jadi hulu hidup masyarakat Gayo dan Aceh.
Warga/masyarakat Gayo menyampaikan permintaan resmi ke Presiden Prabowo untuk memekarkan Provinsi Aceh. Wilayah pemekaran yang diusulkan adalah Provinsi Aceh Leuser Antara/ALA. Usulan ini bukan baru, tapi terus didorong karena dinilai belum ada keadilan pembangunan antara wilayah hulu Gayo dengan pusat pemerintahan Aceh di Banda Aceh.
Pelaku aspirasi adalah masyarakat Gayo dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan wilayah sekitar Dataran Tinggi Gayo. Aspirasi disampaikan lewat tokoh adat, pemuda, dan elemen masyarakat sipil. Pihak yang dituju adalah Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat/DPR RI sebagai pemegang kewenangan pemekaran daerah.
Seruan ini muncul dari Dataran Tinggi Gayo, khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. “Aceh Leuser Antara” mengacu pada wilayah tengah Aceh yang mencakup kawasan Ekosistem Leuser dan dataran tinggi, terpisah dari wilayah pesisir.
Permintaan ini kembali disuarakan pekan ini, Senin 28/05/2026. Masyarakat Gayo menyebut momentum pemerintahan baru Presiden Prabowo adalah waktu tepat untuk menuntaskan wacana pemekaran ALA yang sudah mengendap bertahun-tahun.
Minta pemekaran ALA
1. Kesenjangan pembangunan: Warga Gayo merasa infrastruktur, kesehatan, pendidikan di Dataran Tinggi Gayo tertinggal dibanding wilayah lain.
2. Kawasan strategis: ALA meliputi Ekosistem Leuser, Danau Lut Tawar, dan sentra kopi Gayo. Butuh kebijakan khusus yang fokus ke konservasi + ekonomi rakyat.
3. Pelayanan lebih dekat: Pemerintahan provinsi baru akan membuat birokrasi dan pelayanan publik lebih dekat, cepat, dan sesuai karakter masyarakat Gayo.
4. Otonomi khusus optimal: Dengan provinsi sendiri, pengelolaan dana otsus dan SDA diharapkan lebih berpihak ke rakyat hulu.
Masyarakat Gayo menempuh jalur aspirasi:
1. Petisi & surat terbuka: Kumpulkan dukungan desa/daerah untuk dikirim ke Presiden Prabowo, DPR RI, dan DPD RI.
2. Konsolidasi adat: Majelis adat Gayo + tuha peut jadi garda depan menyuarakan pemekaran sesuai nilai sarak opat.
3. Kawal regulasi: Desak pemerintah pusat segera membahas RUU pemekaran ALA agar masuk Prolegnas.
4. Aksi damai: Jika perlu, turun ke jalan dengan tertib untuk pastikan suara Gayo didengar.
Al Abrar
