BREAKING NEWS

Bung Zul Disorot, Penepis Muncul: Seruan Senior Wartawan untuk Menjaga Marwah Jurnalistik

CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA
Ditengah dinamika malah menuai Sorotan, LSM Bungon Lam Jaroe , Zulfadli, S.Sos.I., M.M. yang akrab disapa Bung Zul menjadi perbincangan publik. Setelah diberitakan sejumlah media online, isu tersebut memicu diskusi luas di tengah masyarakat Langsa, baik di ruang publik maupun grup warganet.

Di tengah dinamika diskusi itu, muncul tanggapan dari pihak yang tidak diundang. Ia menyampaikan sanggahan melalui komentar di grup warganet. Sayangnya, respons tersebut justru menambah kompleksitas perdebatan yang sudah memanas.


Sebelumnya, dua sosok publik ini memang menjadi perhatian warganet. Salah satu komentar yang mengemuka: "Seorang PNS tidak boleh merangkap sebagai LSM". Pernyataan itu membuka ruang diskusi tentang batasan dan aturan yang berlaku.


Namun seiring berjalannya diskusi, perhatian publik bergeser. Sanggahan yang disampaikan tanpa data pendukung justru menjadi sorotan. Publik menilai, tanggapan tersebut belum mampu mendinginkan suasana, melainkan menambah nuansa kontroversi.


Isu rangkap jabatan antara PNS dan pengurus LSM memang menjadi ranah sensitif. Regulasi kepegawaian mengatur bahwa PNS tidak diperkenankan terlibat politik praktis maupun kegiatan usaha yang mengganggu pelaksanaan tugas. Karena itu, transparansi dan klarifikasi menjadi kebutuhan publik.


Pada titik inilah narasi mengerucut. Seorang senior wartawan Langsa, Bung Kumis, menyampaikan seruan elegan: "Mari kita kembalikan diskusi pada marwah profesi. Utamakan konfirmasi, jaga keberimbangan, tegakkan akurasi. Tiga asas itu adalah fondasi jurnalistik. Jika fondasi goyah, kepercayaan publik akan runtuh." Ujarnya. 


Seruan Bung Kumis menjadi pengingat di tengah situasi yang kian memanas justru menimbulkan sorotan publik, . Di tengah sorotan terhadap LSM BLJ , dinamika ini menguji perannya seorang, . Apakah menjadi ruang pencerahan, atau justru menambah keruh suasana.." Tegas Bung 


Yang menjadi taruhan bukan nama pribadi, melainkan kepercayaan publik terhadap pers. Ketika wartawan sibuk bersilang pendapat di ranah digital tanpa data, yang dirugikan adalah pembaca, 


Catatan: Tulisan ini disusun berdasarkan pemberitaan dari berbagai media online serta pantauan percakapan di grup warganet. Demi menjunjung prinsip keberimbangan, akurasi, dan kode etik jurnalistik, Tim membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak yang merasa ditepis. 13/6/2026) 

( Tim)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image