BREAKING NEWS

Viral Video Pria Berseragam Militer Kesulitan Membaca, Publik Pertanyakan Proses Seleksi Prajurit TNI

CYBERKRIMINAL.COM, BONE, SULAWESI SELATAN — Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengenakan seragam militer tengah diminta membaca sebuah buku di hadapan sejumlah orang berseragam lainnya menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Video yang beredar luas tersebut diduga direkam di wilayah Poleonro, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Minggu (25/10/2026).

Dalam rekaman itu, pria berseragam militer tersebut tampak diminta membaca buku yang bentuknya menyerupai buku pembelajaran anak usia taman kanak-kanak (TK). Namun, situasi dalam video menarik perhatian warganet setelah muncul narasi bahwa pria tersebut mengalami kesulitan saat membaca.

Peristiwa itu semakin menjadi sorotan setelah beredar klaim bahwa pria tersebut telah dinyatakan lolos dan menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan, reaksi salah seorang komandan atau atasan yang berada di lokasi turut menjadi perhatian publik.

Publik Pertanyakan Proses Seleksi

Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya mengenai kemampuan dasar membaca dan proses seleksi calon prajurit TNI.

Publik menilai bahwa kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan mendasar yang penting dimiliki setiap individu, termasuk calon prajurit yang nantinya mengemban tugas dan tanggung jawab dalam institusi militer.

Meski demikian, penilaian terhadap seseorang tidak semestinya hanya didasarkan pada potongan video yang beredar di media sosial. Diperlukan penjelasan utuh mengenai konteks kejadian agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

TNI Diharapkan Berikan Klarifikasi

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai identitas pria dalam video tersebut, status keanggotaannya, maupun tujuan kegiatan yang terekam.

Belum dapat dipastikan pula apakah pria tersebut benar-benar mengalami kesulitan membaca atau terdapat konteks lain yang tidak terlihat dalam rekaman.

Oleh karena itu, pihak terkait, khususnya institusi TNI, diharapkan dapat memberikan klarifikasi secara terbuka apabila video tersebut berkaitan dengan kegiatan resmi maupun proses pembinaan personel.

Klarifikasi diperlukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menjadi spekulasi berkepanjangan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi TNI.

Informasi dalam pemberitaan ini bersumber dari video dan narasi yang beredar di media sosial. Identitas, status keanggotaan, serta konteks kejadian masih memerlukan verifikasi. Redaksi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan informasi, dan prinsip jurnalistik profesional.
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image