Brondolan Jadi Kentosan di Kebun PTPN lV regional 6 , Asisten Personalia Diduga Lalai , Humas Kanreq 6 Bungkam ketika dikonfirmasi.
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Fenomena pengutipan sisa buah brondolan sawit milik PTPN lV Regional 6 di seluruh area perkebunan kelapa sawit milik BUMN tersebut kini menuai sorotan publik.
Pasalnya, sebelumnya aksi serupa pernah terjadi di berbagai afdeling perkebunan, sehingga masyarakat di sekitar kebun kerap mengutip buah brondolan yang tercecer di lapangan.
Pantauan tim media di lapangan, tim menemukan langsung sisa buah brondolan yang telah menjadi kentosan dan tumbuh di dekat pohon utama. Sisa buah yang tidak habis dikutip oleh pihak pemanen tersebut menjadi bukti nyata kurangnya pengawasan dari pihak Asisten Personalia dan Umum di lapangan.
Kondisi ini diduga kuat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengutip buah brondolan tersebut. Seharusnya, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) PTPN, setiap brondolan wajib dikutip 100% tanpa sisa atau zero loses.
Untuk menjaga prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik, tim media telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak manajemen terkait sisa buah brondolan sawit yang menjadi kentosan dan gulma yang tidak ada perhatian dari pihak Asisten Personalia dan Umum.
Namun sangat disayangkan, upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil. Kasubbag Humas Kanreg PTPN IV Regional 6 justru memilih bungkam daripada memberikan keterangan resmi kepada pihak media.
Sikap bungkamnya kasubbag Humas Kanreg 6 ini menimbulkan tanda tanya besar di publik. Ada apa dengan pengawasan panen di PTPN IV Regional 6 sehingga brondolan dibiarkan membusuk menjadi gulma kentosan, namun ketika warga memungut sisa yang tidak bernilai, justru diproses hukum dengan klaim kerugian perusahaan perkebunan PTPN lV regional 6.
Hingga sampai berita ini diterbitkan, Tim media secara resmi belum menerima keterangan dari pihak Kanreq maupun pihak terkait lainnya demi menjaga akurasi pemberitaan yang berimbang dan objektif, tim media menegaskan membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait seluas luasnya. 8/10/2026)
Temuan tersebut diduga lemahnya pihak pengawas dan asisten diseluruh Afdelin , wartawan Cyberkriminal Com akan terus menelusuri perkembangan selanjutnya demi mencari Fakta dilapangan yang akuratif.
( Penulis: Hendrik )
