BREAKING NEWS

Publik Pertanyakan Bypass PDAM kota Langsa, Pelanggan pada Kecewa.

CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Kebutuhan pokok berupa air bersih di Kota Langsa  kini menjadi sorotan publik. Berbagai keluhan warga menggambarkan bahwa  air PDAM yang diterima selama ini tidak sesuai harapan dan kebutuhan bagi pelanggan air bersih.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Investigasi  melakukan penelusuran langsung ke  IPA Trita Kemuning milik PDAM Kota Langsa.

Dari hasil pantauan di lapangan, tim  tidak menemukan bahan kimia yang seharusnya tersedia di intake dan bak penampungan. Di antaranya  kaporit, kapur, sisaklor dan disinfektan lainya.


Diduga Langgar SOP Distribusi dan Produksi
"Tim Investigasi menduga terjadi pelanggaran dalam pendistribusian air bersih baik dari sisi  kualitas air maupu *mekanisme distribus

Salah satu yang disorot adalah  tidak dilakukannya proses bypass pada perpipaan dalam jangka waktu tertentu sesuai  SOP  dan amanat  Permenkes No. 32 Tahun 2017.

Bypass perpipaan wajib dilakukan untuk membersihkan sisa kotoran, lumpur, dan endapan di dalam pipa sebelum air didistribusikan. 
Jika tahapan ini diabaikan, maka air yang sampai ke pelanggan berpotensi keruh, dan tidak layak konsumsi.


Dalam sorotan yang sama, tim juga menduga  tidak adanya sistem proses produksi yang tersiste  pada pengelolaan di IPA.

Beberapa tahapan wajib yang diduga tidak dijalankan antara lain:

1.  Filtrasi dan Sedimentasi
    Berfungsi untuk menjernihkan air dan mengendapkan lumpur serta kotoran.
2.  Pembubuhan Bahan Kimia*
    Seperti  kaporit, kapur sisaklor granular, dan Chlorine yang berfungsi sebagai disinfektan atau pembunuh bakteri dalam air.

Padahal ketiga unsur ini merupakan standar wajib agar air yang didistribusikan memenuhi  Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan*.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak  PDAM Kota Langsa  belum memberikan keterangan resmi.  
 Tim Investigasi berkomitmen mengawal kasus ini  dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait. hingga akhirnya diterbitkan, 2/9/2026)

(Tim investigasi Hendrik)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image