BREAKING NEWS

Ratusan Warga Bate Puteh Langsa Lama Sempat Ricuh Tuntut Kejelasan Jadup Tahap II, Polsek & Babinsa Redam Suasana.

CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Ratusan warga Gampong Bate Puteh, Kecamatan Langsa Lama, sempat berunjuk rasa di kantor desa setempat, Senin, 22 Juni 2026. Aksi itu dipicu keluhan warga terkait keterlambatan dan ketidakjelasan data penerima penyaluran Jaminan Hidup/Jadup tahap II.

Kapolsek Akp marias S.H
Melalui Kanit Reskrim Polsek Langsa timur Aipda Ali Akbar S.H beserta anggota juga bersama Babinsa koramil Langsa Timur, Turun langsung ke lokasi aksi dan berhasil meredam kemarahan warga, dan melakukan Mediasi dilakukan dikantor Desa Batee Puteh dan kembali kondusif. 



Ketika Tim Investigasi melakukan konfirmasi kepada warga, Namun warga sempat mengungkapkan kepada tim dengan sepontan kalau Kapolsek yang melaui Kanit Reskrim dapat melakukan Mediasi sehingga suasana menjadi Kondusif, kami masyarakat memberikan Apresiasi setinggi tinggi nya kepada jajaran Kapolsek Langsa Timur..Tegas warga, 



Aksi tersebut berawal sejak Sabtu, 20 Juni 2026. Warga mendatangi kantor desa meminta kejelasan data penerima Jadup yang dianggap belum valid. Namun saat itu Penjabat/PJ Geuchik tidak berada di tempat karena bertepatan hari libur dan sedang bersama keluarga.




Keesokan harinya, Senin 22 Juni 2026, warga kembali berbondong-bondong mendatangi kantor desa. Mereka menuntut kepastian terkait 463 Kepala Keluarga/KK yang diusulkan sebagai penerima bantuan Jadup tahap II.


Dalam pertemuan itu, PJ Geuchik menjelaskan bahwa dari total 463 KK yang diusulkan desa, hanya 63 KK yang dananya sudah cair. "Itu bukan kesalahan dari desa. Upaya desa hanya menerima dan mengusulkan data masyarakat terdampak. Untuk warga yang belum menerima, kita akan upayakan kembali agar semua bisa menerima bantuan," tegas PJ Geuchik di hadapan warga.



PJ Geuchik juga mengimbau warga yang belum menerima bantuan atau merasa datanya belum valid agar mempertanyakan langsung ke Dinas Sosial/Dinsos Kota Langsa. "Mari kita pertanyakan ke dinas terkait demi memastikan bagian mana yang kurang jelas," ujarnya.




Dalam aksi tersebut, warga juga mendesak dua perangkat desa dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak becus menjalankan tugas. Tim Investigasi sebelumnya menerima informasi dari warga bahwa pada Sabtu sempat terjadi adu mulut hingga tarik-menarik di kantor desa.


Menjaga asas keberimbangan, Tim Investigasi melakukan konfirmasi ke perangkat desa yang dituding. Kaur Desa Nur Leli membenarkan kejadian Sabtu, 20 Juni 2026. "Saya didatangi warga bernama Kak Ida minta buka kantor Desa karena sudah hubungi Pak Geuchik.." Kata kak Ida, Namun Setelah pintu saya buka, puluhan warga masuk dan membuat keributan hingga merusak aset desa. Tiba-tiba di tarik rambut saya dari arah belakang dan sehingga kepala saya disentak, lalu secara spontan tangan saya menyentuh wajah warga. Itu pun tanpa sengaja," jelas Nur Leli di ruang kantor desa.



Hingga berita ini diterbitkan, Tim Investigasi belum menerima keterangan resmi dari Dinsos Kota Langsa selaku penyalur dana Jadup. Dan Redaksi Cyber kriminal berkomitmen untuk membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait untuk mewujudkan pemberitaan yang objektif dan berimbang.



(Hendrik)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image