Enam Rumah Bantuan Terbengkalai Berbulan-bulan, Warga Damar Mulio Pertanyakan Kinerja Perkim
CYBERKRIMINAL.COM, TAKENGON, 18 April 2026 — Program bantuan perumahan yang seharusnya menjadi harapan masyarakat kecil kini justru berubah menjadi sumber kekecewaan. Sebanyak enam unit rumah bantuan di Desa Damar Mulio, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan terbengkalai selama berbulan-bulan tanpa kejelasan penyelesaian.
Rumah-rumah yang berasal dari program Perkim Balai Banda Aceh itu hingga kini belum rampung dikerjakan. Padahal, bangunan tersebut diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan hunian layak. Alih-alih segera ditempati, proyek itu kini berdiri setengah jadi, seolah menjadi monumen kelalaian yang melukai harapan rakyat.
Warga menilai lambannya penyelesaian proyek ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan buruknya keseriusan pelaksana dalam menuntaskan tanggung jawab. Publik pun bertanya, ke mana arah pengawasan ketika bangunan bantuan rakyat dibiarkan mangkrak berbulan-bulan tanpa kepastian?
“Sudah lama kami tunggu, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diselesaikan. Kami butuh kejelasan,” ujar salah satu warga penerima bantuan dengan nada kecewa.
Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, mereka masih harus bertahan di rumah lama yang jauh dari kata layak, sementara rumah bantuan yang dijanjikan tak kunjung selesai. Janji pemerintah yang semestinya membawa solusi, kini justru menghadirkan keresahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Perkim Balai Banda Aceh maupun instansi terkait mengenai penyebab mangkraknya proyek tersebut. Sikap diam ini justru menambah kecurigaan publik dan memunculkan pertanyaan serius soal transparansi penggunaan anggaran.
Masyarakat mendesak pemerintah segera turun tangan, mengevaluasi pelaksana proyek, serta menuntaskan pembangunan enam rumah tersebut secepatnya. Jika dibiarkan berlarut-larut, persoalan ini berpotensi menjadi preseden buruk dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan negara.
Bantuan rumah seharusnya menjadi bukti hadirnya negara di tengah rakyat, bukan berubah menjadi bangunan terbengkalai yang hanya menyisakan janji kosong.
Pewarta : Al Abrar
