Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Dan Kadis Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Luwu Timur, Bahas Pengembangan Pariwisata Daerah
CYBERKRIMINAL.COM, JAKARTA - Upaya mendorong pengembangan pariwisata daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Salah satunya melalui pertemuan santai yang digelar di sebuah kafe di Jakarta, Selasa (7/4/2026) sore, bersama Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Sulawesi Selatan III, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang.
Pertemuan nonformal tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, bersama Kepala Bidang KPDP Dinas Parmudora, Andi Irfan Saputra, serta Zulkifli Kudus selaku Fungsional Ahli Hukum Bagian Hukum Setdakab Luwu Timur. Diskusi berlangsung santai, namun fokus pada pertukaran gagasan strategis untuk pengembangan sektor pariwisata, khususnya Kabupaten Luwu Timur.
Muhammad Safaat DP menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya membuka ruang komunikasi dengan pemerintah pusat melalui wakil rakyat di DPR RI. Menurutnya, dukungan pusat menjadi faktor penting agar pengembangan pariwisata daerah dapat berjalan lebih optimal dan terarah.
Danau Matano Tidak Kalah Dari Danau Toba
Safaat menegaskan ambisinya untuk mengangkat potensi unggulan Luwu Timur, seperti Danau Matano agar mampu bersaing dengan destinasi besar seperti Danau Toba. Ia menyebut, Luwu Timur memiliki kekayaan alam yang besar, namun perlu pengelolaan yang lebih serius agar dikenal luas.
Ia juga menyampaikan pentingnya pembenahan kawasan, mulai dari mengaktifkan kembali destinasi yang ada hingga menata wajah kota. Penataan ruang, termasuk pengembangan taman di sepanjang jalan, dinilai penting untuk menciptakan kesan yang baik bagi wisatawan.
Lebih jauh, Safaat menegaskan bahwa sektor pariwisata harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Frederik Kalalembang, yang akrab disapa JFK, menyambut positif langkah tersebut. Ia menegaskan kesiapannya sebagai wakil rakyat di Parlemen untuk mengawal dan mendorong dukungan di tingkat pusat bagi pengembangan pariwisata Luwu Timur.
“Saya percaya Luwu Timur punya potensi wisata besar. Saya yakin pula objek wisata Danau Matano tidak kalah indahnya dengan Danau Toba dan ini harus mendapat pembenahaan yang baik, termasuk dengan menjaga kebersihan yang ada di sekitar danau tersebut,” ujar Frederik.
Pariwisata Maju Karena Hal Mendasar
Menurut JFK, pengelolaan pariwisata harus dimulai dari hal-hal mendasar yang berdampak langsung pada pengalaman wisatawan. Kebersihan kawasan, termasuk fasilitas toilet yang layak dan terawat, menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan jaringan internet di kawasan wisata sebagai bagian dari promosi digital. Menurutnya, kemudahan akses internet akan membantu wisatawan membagikan pengalaman mereka secara langsung, yang pada akhirnya memperluas jangkauan promosi destinasi.
“Hari ini wisata itu tidak bisa lepas dari digital. Orang datang, foto, langsung upload. Kalau tidak ada jaringan, kita kehilangan promosi gratis dari wisatawan itu sendiri,” ujarnya.
Selain itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Objek wisata harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung agar mereka betah dan memiliki keinginan untuk kembali.
Tak kalah penting, ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus berdampak langsung pada masyarakat sekitar. UMKM lokal harus dilibatkan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa pendukung lainnya, sehingga perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh warga.
JFK kembali mengingatkan bahwa semua itu harus dijalankan dengan prinsip manajemen yang jelas, yakni POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Dengan perencanaan matang, pengorganisasian yang rapi, pelaksanaan yang konsisten, serta pengawasan yang berkelanjutan, ia optimistis pariwisata Luwu Timur dapat berkembang pesat, dikenal luas, dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu saya berharap, pemerintah Kabupaten Luwu Timur bisa mendata setiap potensi objek wisata yang ada. Selanjutnya fokus untuk penataan dan pengembangannya agar menjadi yang terbaik dan dilirik wisatawan nasional dan Internasional,” terangnya.
LP : Akmal Gm
