Gerakan Rakyat Menggugat: Desakan Audit Menggema di Depan Kajari Langsa
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA | 8 April 2026 - Gelombang perlawanan terhadap dugaan praktik korupsi mengguncang Kota Langsa. Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi tumpah ruah di depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Langsa, Selasa (8/4/2026).
Dengan suara lantang dan penuh tekanan, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap berbagai sektor yang disinyalir sarat kejanggalan.
“Segera audit! Jika ada kejanggalan, tuntaskan tanpa kompromi!” teriak massa, memecah kebisuan yang selama ini dianggap menyelimuti penegakan hukum. Aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan sinyal keras bahwa publik tidak lagi mentolerir potensi penyimpangan yang merugikan keuangan daerah dan hak masyarakat.
Perwakilan aksi menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan kolektif rakyat yang menuntut transparansi dan akuntabilitas. Mereka mendesak Kejari Langsa untuk tidak ragu mengambil langkah tegas, termasuk membuka ruang audit secara independen dan profesional. “Kami tidak ingin ada ruang gelap dalam pengelolaan anggaran. Jika ada indikasi, bongkar dan proses secara hukum,” tegasnya.
Di tengah pengawalan ketat aparat dari Polres Langsa, aksi berlangsung kondusif namun penuh tekanan moral. Spanduk dan orasi menggema, menyuarakan satu tuntutan utama: bersihkan Langsa dari praktik korupsi. Massa juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memastikan setiap rupiah dari pajak rakyat benar-benar kembali untuk kesejahteraan masyarakat.
Desakan publik ini menjadi tamparan keras bagi institusi terkait. Gerakan Anti Korupsi menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai ada respons konkret dari pihak Kejari. “Kami akan terus mengawal. Ini bukan akhir, ini awal dari perlawanan terhadap korupsi di Langsa,” ujar salah satu orator.
Aksi damai ini sekaligus menjadi bukti bahwa kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat. Rakyat tidak lagi diam, tidak lagi takut. Mereka berdiri di garis depan, menuntut keadilan dan transparansi. “Langsa bebas korupsi, harga mati!” seru massa, menutup aksi dengan tekad yang kian mengeras.
(Hendrick – Kaperwil Aceh)
