Tantang Perang Kelompok: Kapolda Sulsel Tawarkan Arena Duel Di Karebosi - "10 Lawan 10, Pasti Tidak Ada Yang Berani"
CYBERKRIMINAL.COM, MAKASSAR - Baru 10 hari menjabat, Kapolda Sulsel Irjen Pol Dr. M Awal Chaeruddin langsung dihadapkan pada penyakit kronis Kota Daeng: perang kelompok.
Tidak dengan bahasa diplomatis, jenderal bintang dua itu memilih menantang balik.
Di hadapan puluhan awak media di Lobi Mapolda Sulsel, Senin (19/10/2026), Irjen Awal membongkar pengalamannya di dua episentrum konflik paling berdarah di Indonesia: Ambon dan Poso.
"Terus terang saya punya pengalaman di daerah konflik, Ambon dan Poso. Kalau mereka bertikai ya, berapa orang? Kau bertempur di tengahnya. Nggak ada yang berani juga itu," sindirnya telak.
Ia menilai perang kelompok di Makassar bukan soal keberanian, melainkan aksi pengecut yang berlindung di balik kerumunan, batu, dan busur.
Karena itu, ia menawarkan arena yang adil. Bukan di lorong, bukan di tengah malam sambil mabuk.
"Kalau perlu saya kasih arenanya di Karebosi sana, bertempur 10 melawan 10. Pasti enggak ada yang berani itu,"tegasnya.
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Ini tamparan keras bagi kelompok-kelompok yang selama ini menjadikan Makassar sebagai kota perang lorong. Tantangan terbuka dari orang nomor satu di Polda Sulsel.
Irjen Awal yang dilantik Jumat (9/10/2026) itu menegaskan, tidak ada keuntungan sedikitpun dari perang kelompok. Yang ada hanya kerugian, trauma warga, dan citra buruk Makassar sebagai kota metropolitan.
"Apa untungnya mereka bertempur atau perang-perang tadi," pungkasnya.
Kini bola ada di tangan para pelaku perang kelompok. Kapolda sudah siapkan arena (Karebosi), Beranikah mereka datang terang-terangan, atau tetap jadi pecundang yang hanya berani lempar batu lalu lari di kegelapan lorong?
