Pekerjaan Gapoktan Bukit Meutua Tuai sorotan publik, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi standar pekerjaan, Kualitas dipertanyakan
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Berdasarkan pantauan tim media di lokasi pekerjaan drainase di Gampong Bukit Meutua, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, pekerjaan tersebut menuai sorotan publik.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh kelompok tani / Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tersebut terlihat tidak sesuai dengan spesifikasi standar pekerjaan drainase yang seharusnya lurus, rapi, dan memiliki kemiringan yang terukur.
Dari hasil dokumentasi foto yang diperoleh tim media di lapangan, kondisi saluran drainase tersebut terlihat berkelok-kelok seperti ular Sanca, tidak presisi, dinding plesteran tipis dan tidak rata, serta dasar saluran tergenang air keruh dan berlumpur.
Kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan dan diduga dikerjakan asal jadi tanpa mengedepankan mutu dan kualitas konstruksi.
Salah seorang warga Gampong Bukit Meutua yang enggan disebutkan namanya, menyayangkan kondisi pekerjaan drainase tersebut.
"Kami melihat pekerjaannya seperti ular Sanca, bengkok-bengkok. Kalau drainase seharusnya lurus biar air lancar. Ini kesannya asal tuang semen saja. Kami khawatir tidak bertahan lama," ujar warga,Kamis ,01/10/2026)
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti berapa nilai anggaran dan dari mana sumber dana pekerjaan drainase di Gampong Bukit Meutua tersebut, karena tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
Padahal, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara wajib memasang papan informasi proyek sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Minimnya pengawasan dari instansi terkait juga menjadi pertanyaan besar.
Masyarakat lainnya berharap Dinas terkait di Pemerintah Kota Langsa segera turun ke lokasi untuk mengevaluasi dan mengukur ulang pekerjaan drainase yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut.
Publik Meminta kepada dinas kementerian pertanian untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan Gapoktan Gampong Bukit Meutua yang diduga tidak standar pekerjaan.
Sebelum berita ditayangkan tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Geuchik Bukit Meutua lewat kontak via seluler justru geuchik tidak merespon panggilan telpon maupun chat yang dikirim media.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Gapoktan selaku pelaksana dan pihak pemerintah Gampong Bukit Meutua belum memberikan keterangan resmi kepada pihak media., untuk menjaga akurasi pemberitaan yang berimbang tim media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait lainnya.
Penulis: Hendrik

