Miris! Pasien Peyakit Jantung Di Rsud Datu Beru Takengon Diduga Ditelantarkan, Dokter Umum Minta KK Dulu Baru Di Tangani Doktor Bicara Ngawur Sama Keluarga Pasien
CYBERKRIMINAL.COM, TAKENGON Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon dikeluhkan warga. Seorang pasien penyakit jantung tidak sadarkan diri diduga tidak mau ditangani secara cepat oleh salah satu oknum dokter umum jaga, malah sibuk meminta Kartu Keluarga (KK).
Keluarga pasien pun kecewa berat dan akan menindaklanjuti ucapan dokter yang dinilai tidak etis dan ngawur.
Dugaan penelantaran pasien jantung. Pasien dalam kondisi gawat tidak langsung ditangani. Dokter umum jaga diduga lebih mementingkan administrasi berupa Kartu Keluarga, bukan tindakan medis penyelamatan nyawa.
Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Kejadian baru-baru ini. kejadian, milam : Rabu sekitar jam 1. 00 .21 Oktober 2026
Korban: Pasien penderita penyakit jantung.
Tidak sadarkan diri Salah satu oknum dokter umum jaga di RSUD Datu Beru.
Keluarga pasien. Salah satu narasumber yang enggan disebut namanya mengaku kecewa.
Pasien penyakit jantung adalah kasus emergency, harusnya ditangani dulu, administrasi belakangan. Sesuai SOP medis dan etika kedokteran.
Dokter diduga berbicara tidak jelas, tidak etis, dan "entah apa-apa" kepada keluarga pasien, bukan memberikan penjelasan medis yang menenangkan.
Keluarga merasa pasien tidak dihargai nyawanya, hanya diminta KK.
Menurut narasumber yang enggan disebut namanya: "Pasien penyakit jantung tidak sadarkan diri kami bawa ke UGD Datu Beru. Bukannya langsung ditangani, dokternya malah minta Kartu Keluarga. Bukannya ditanganin dulu nyawanya. Dokter bicara entah apa-apa sama keluarga, nggak jelas. Kami kecewa sama dokter umumnya," ungkapnya dengan nada kesal.
Ia menegaskan, keluarga akan menindaklanjuti ucapan dokter yang ngawur tersebut ke Direktur RSUD Datu Beru dan ke Dinas Kesehatan Aceh Tengah.
"Kami akan lapor. Ini nyawa. Jangan main-main. Kalau pasien jantung diminta KK dulu, mau jadi apa RSUD ini?" tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Datu Beru, khususnya dokter umum jaga yang bersangkutan dan Direktur RSUD Datu Beru, belum berhasil dimintai klarifikasinya. Media ini masih membuka hak jawab.
Warga Aceh Tengah meminta Bupati Aceh Tengah dan Komisi V DPRK Aceh Tengah yang membidangi kesehatan untuk sidak ke RSUD Datu Beru dan mengevaluasi oknum dokter yang tidak humanis.
Abr
