Gelombang sorotan publik terus menyoroti (Gapoktan) Gampong Bukit Meutua, Pekerjaan Drainase APBN Swakelola diduga Asal Jadi, Geuchik Bungkam
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Berdasarkan pantauan tim media ini langsung ke lokasi pekerjaan, pekerjaan kelompok tani berupa pembuatan irigasi drainase di Gampong Bukit Meutua kini menjadi sorotan setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
Dalam pantauan tim media di lapangan, pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan, terkesan asal jadi, tidak struktural dan tidak bersiku.
Dari dokumentasi yang diperoleh tim media, kondisi saluran drainase terlihat berkelok-kelok seperti ular sanca, dinding plesteran tipis, dan retak tidak rata, tidak memiliki sudut siku yang presisi, serta tidak memiliki kemiringan yang standar kelayakan spesifikasi standar pekerjaan.
Publik meminta dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pekerjaan tersebut yang diduga tidak memenuhi standar mutu pekerjaan konstruksi.
Menurut keterangan yang diperoleh tim media pada pekan sebelumnya, pekerjaan kelompok tani tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sifatnya swakelola, yang dikerjakan oleh kelompok tani Gampong Bukit Meutua.
Sebagai program swakelola, seharusnya kualitas pekerjaan lebih terjaga karena dikerjakan langsung oleh kelompok tani penerima manfaat dan diawasi ketat oleh dinas teknis.
Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Masyarakat menilai pengawasan dari dinas terkait lemah dan tidak maksimal.
Keterangan tambahan yang diperoleh tim media dari sumber warga setempat menyebutkan, bahwa Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gampong Bukit Meutua tersebut berinisial M, warga Gampong Bukit Meutua.
Sebelumnya tim media ini telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pekerjaan dan melakukan upaya konfirmasi terkait pekerjaan tersebut melalui kontak seluler pribadi Geuchik Gampong Bukit Meutua untuk meminta keterangan.
Namun sangat disayangkan, Geuchik Gampong Bukit Meutua justru memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan apapun terkait pekerjaan drainase yang ada di wilayah Gampong Bukit Meutua.
Sikap bungkamnya Geuchik tersebut semakin menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Padahal sebagai pemegang wilayah, Geuchik seharusnya mengetahui dan bertanggung jawab terhadap setiap pembangunan yang ada di Gampongnya.
Sehingga berita ini dilayangkan dan belum menerima keterangan resmi dari Ketua Gapoktan Gampong Bukit Meutua berinisial ,M " tersebut maupun dari Geuchik Gampong Bukit Meutua.
Atas dasar komitmen tim media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab seluas-luasnya kepada seluruh pihak pelaksana, baik Ketua Gapoktan, Geuchik Bukit Meutua, maupun Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa selaku pengawas kegiatan, demi menjaga akurasi pemberitaan yang berimbang dan profesional, Sabtu. 3/10/2026)
( Penulis: Hendrik )

