Seni Budaya Kaltim Tak Boleh Sekadar Menjadi Tontonan
CYBERKRIMINAL.COM, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR — 24 Agustus 2026 — Seni dan budaya di Kalimantan Timur tidak boleh berhenti sebagai tontonan semata. Kekayaan budaya harus terus dirawat, diberi ruang untuk berkembang, sekaligus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Seno Aji, saat memberikan sambutan pada Milad ke-23 Ikatan Keluarga Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ika Pakarti) sekaligus pengukuhan Pengurus Pusat Ika Pakarti masa bakti 2026–2031 di halaman parkir Gelora Kadrie Oening, Samarinda.
Seno Aji mengapresiasi langkah Ika Pakarti yang menginisiasi Festival Dalang Muda Kaltim 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga keberlangsungan seni wayang kulit dan mengembangkan regenerasi pedalangan di Kalimantan Timur.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh budaya modern, generasi muda dinilai membutuhkan ruang untuk mengenal, mempelajari, serta menampilkan seni tradisional.
“Kaltim membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mau belajar dan tampil sebagai dalang. Dengan lomba ini akan menambah khazanah dalang-dalang muda kita,” tegas Seno Aji.
Ia berharap para dalang muda tidak hanya memiliki kesempatan tampil di tingkat lokal, tetapi juga mampu membawa nama Kalimantan Timur dalam berbagai kompetisi seni pedalangan di tingkat nasional.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, akan terus merangkul organisasi kedaerahan, paguyuban, serta komunitas seni dalam upaya menjaga keberagaman budaya di Benua Etam.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian Milad ke-23 Ika Pakarti yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Hotel Claro dan kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda. Berbagai kesenian ditampilkan secara bergantian, mulai dari reog, jaranan, barongsai, kuda lumping, tari gambyong, tari jepen, hingga tarian Dayak Mahakam Ulu.
Bagi Seno Aji, keberagaman seni tersebut bukan sekadar hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, keberagaman budaya menjadi gambaran kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Timur.
“Berbagai seni budaya ini akan terus kita rangkul dan besarkan bersama untuk mewujudkan Kaltim sukses menuju Generasi Emas,” tandasnya.
Ribuan warga yang hadir dalam malam puncak kegiatan turut menikmati pagelaran wayang kulit. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi simbol penting bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di tengah masyarakat apabila diberikan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang.
Bang Zawir

