BREAKING NEWS

Antrean Bio Solar Mengular di Balikpapan, Sopir Truk Keluhkan Keterbatasan SPBU

CYBERKRIMINAL.COM, BALIKPAPAN, 11 AGUSTUS 2026 — Antrean kendaraan berbahan bakar diesel kembali mengular di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi tersebut terlihat di kawasan KM 15, Kelurahan Karang Joang, pada Selasa (11/8/2026).

Panjangnya antrean didominasi kendaraan truk yang hendak mendapatkan Bio Solar. Antrean yang mengular hingga sepanjang ruas jalan tersebut disebut warga dan pengemudi bukan persoalan baru, melainkan kondisi yang telah berulang selama bertahun-tahun.

Seorang sopir truk yang ditemui di lokasi mengeluhkan situasi tersebut. Ia mempertanyakan sampai kapan masyarakat, khususnya para pengemudi kendaraan angkutan, harus terus menghabiskan waktu untuk mengantre BBM bersubsidi.

«“Sampai kapan antre BBM begini terus? Sudah berapa tahun antrean selalu mengular. Kenapa yang punya kebijakan membiarkan kondisi ini terus-menerus?” keluhnya.»

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi bagi Balikpapan yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki sejarah kuat dengan industri minyak dan energi. Namun, untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Bio Solar, masyarakat masih harus menghadapi antrean panjang hampir setiap hari.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi konkret, terutama dengan menambah jumlah SPBU yang melayani Bio Solar.

“Harusnya SPBU ditambah. Kalau tidak ada penambahan, antrean akan selalu mengular. Setidaknya ada empat atau lima SPBU yang melayani Bio Solar di Balikpapan,” ujarnya.

Ia menilai salah satu faktor utama terjadinya antrean panjang adalah keterbatasan jumlah SPBU yang melayani Bio Solar. Berdasarkan keterangannya, saat ini hanya terdapat dua lokasi yang menjadi titik pelayanan Bio Solar bagi kendaraan seperti truk, yakni SPBU KM 13 dan SPBU KM 15.

“Kenapa antrean selalu mengular setiap hari? Faktor utamanya karena keterbatasan SPBU di Balikpapan. Hanya dua yang melayani Bio Solar, SPBU KM 13 dan KM 15,” katanya.

Kondisi antrean tersebut dinilai tidak hanya berdampak terhadap waktu para sopir, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas apabila antrean kendaraan memanjang hingga badan jalan.

Para pengemudi berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk pihak pengelola SPBU dan penyalur BBM, dapat melakukan evaluasi terhadap pola distribusi serta ketersediaan titik pelayanan Bio Solar.

Mereka juga meminta adanya langkah nyata untuk mengurai antrean, baik melalui penambahan SPBU yang melayani Bio Solar maupun pengaturan distribusi yang lebih efektif.

Hingga berita ini diterbitkan, diperlukan klarifikasi dari pihak terkait mengenai penyebab antrean panjang, kuota dan distribusi Bio Solar di Balikpapan, serta kemungkinan penambahan SPBU yang melayani BBM bersubsidi tersebut.
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image