Publik Pertanyakan Tanggung Jawab PT Perkebunan Kelapa Sawit Timbang Langsa, Kondisi Rumah Dinas Karyawan Tuai Sorotan
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA – Kondisi rumah dinas karyawan milik PT Perkebunan Kelapa Sawit Timbang Langsa di Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Hasil pantauan Tim Investigasi Cyberkriminal.com pada Jumat (24/7/2026) menunjukkan sejumlah bangunan rumah dinas dalam kondisi memprihatinkan dan diduga tidak lagi memenuhi standar kelayakan huni.
Di lokasi, terlihat rumah-rumah berbahan kayu dengan dinding papan yang telah lapuk, cat mengelupas, serta sebagian atap mengalami kerusakan. Lingkungan sekitar bangunan juga dipenuhi semak belukar, sementara bagian teras tampak rapuh dan berpotensi membahayakan penghuni.
Sejumlah warga sekitar mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang signifikan dari pihak perusahaan.
"Kondisinya sudah tidak layak dihuni. Kami khawatir keselamatan para karyawan dan keluarganya yang masih menempati rumah tersebut," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keterangan serupa juga disampaikan warga lainnya. Menurut mereka, selama ini penghuni rumah dinas harus memperbaiki sendiri kerusakan yang terjadi dengan biaya pribadi karena dinilai tidak ada perhatian dari perusahaan terhadap pemeliharaan fasilitas tersebut.
"Kalau rumah rusak, karyawan yang memperbaiki sendiri. Tidak ada dorongan ataupun perbaikan dari pihak perusahaan," ungkap warga.
Masyarakat juga membandingkan kondisi saat ini dengan kepemimpinan sebelumnya. Mereka menilai, pada masa pimpinan terdahulu perhatian terhadap fasilitas rumah dinas karyawan masih terlihat, sedangkan pada kepemimpinan sekarang dinilai kurang memberikan perhatian terhadap kondisi tempat tinggal para pekerja. Pernyataan tersebut merupakan pandangan warga dan masih menunggu tanggapan resmi dari pihak perusahaan.
Selain persoalan perumahan, sejumlah pekerja pemanen tandan buah segar (TBS) juga menyampaikan berbagai keluhan. Mereka mengaku belum pernah menerima bentuk kesejahteraan tertentu yang menurut mereka selama ini diharapkan, termasuk terkait santunan tahunan.
Keluhan lain datang dari para pemanen TBS yang tinggal di kawasan Pondok Monyet, lingkungan perusahaan. Mereka menyebut akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.
"Kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap salah seorang pekerja kepada tim investigasi.
Sorotan publik kemudian mengarah pada pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja. Masyarakat menilai perusahaan perlu memastikan seluruh fasilitas dasar bagi karyawan tersedia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam konteks ketenagakerjaan, ketentuan mengenai penyediaan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja diatur dalam berbagai regulasi yang mewajibkan pengusaha memenuhi hak-hak pekerja sesuai ketentuan hukum. Di sektor perkebunan, perusahaan juga diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana penunjang bagi tenaga kerja sesuai regulasi yang berlaku, termasuk penyediaan fasilitas dasar apabila menjadi bagian dari kewajiban perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan pada Sabtu (25/7/2026), Tim Investigasi Cyberkriminal.com belum memperoleh keterangan resmi dari manajemen PT Perkebunan Kelapa Sawit Timbang Langsa terkait kondisi rumah dinas karyawan maupun berbagai keluhan yang disampaikan para pekerja.
Sebagai bentuk penerapan asas jurnalistik yang berimbang, akurat, dan akuntabel, Redaksi Cyberkriminal.com membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak PT Perkebunan Kelapa Sawit Timbang Langsa untuk memberikan penjelasan resmi atas berbagai persoalan yang diberitakan. Apabila klarifikasi diterima, redaksi akan memuatnya secara proporsional sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Tim Investigasi – Hendrik)
