BREAKING NEWS

Disambut Hangat Saat Bertemu, APU PTPN IV Kebun Lama Justru Berbalik Saat Diminta Komitmen Publikasi

CYBERKRIMINAL.COM LANGSA – Sikap Asisten Personalia Umum (APU) PTPN IV Regional 6 Kebun Lama menuai tanda tanya. Di hadapan awak media, pejabat yang baru menjabat tersebut terlihat terbuka, ramah, bahkan menyampaikan komitmen untuk membangun komunikasi dan kerja sama publikasi dengan insan pers. Namun, sikap itu berubah ketika komitmen tersebut diuji dalam praktik.


Kedatangan sejumlah wartawan ke ruang kerja APU PTPN IV Regional 6 Kebun Lama pada Rabu (22/7/2026) disambut dengan baik. Saat itu, APU juga tengah menggelar rapat perdana bersama staf dan pihak terkait.


Dalam pertemuan tersebut, APU menyampaikan keinginannya untuk menjalin hubungan yang baik dengan media serta membuka ruang publikasi terhadap berbagai kegiatan perusahaan. Pernyataan itu menjadi sinyal positif bahwa keterbukaan informasi masih mendapat tempat di lingkungan perusahaan negara tersebut.


Namun, harapan itu tidak berlangsung lama.Setelah pertemuan berakhir, tim media mengirimkan rilis berita terkait kegiatan yang telah berlangsung. Rilis tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang dibangun langsung dengan pihak APU dan disusun sesuai kaidah jurnalistik.


Akan tetapi, alih-alih memberikan klarifikasi atau masukan atas materi yang dikirimkan, pihak APU justru menolak publikasi tersebut tanpa penjelasan yang substansial.


Merasa terdapat perbedaan antara pernyataan dan tindakan, tim media kemudian melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan alasan penolakan tersebut.


Upaya itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip keberimbangan dan hak jawab sebelum informasi dipublikasikan. Namun jawaban yang diterima justru terkesan menunjukkan ketidakkonsistenan terhadap komitmen yang sebelumnya disampaikan.


"Boleh bang, kita tidak bermitra," tulis APU melalui pesan WhatsApp.


Jawaban singkat tersebut bukan hanya menutup ruang komunikasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan komitmen keterbukaan yang sebelumnya disampaikan di hadapan awak media.


Jika sejak awal menyatakan siap bekerja sama dengan media untuk mempublikasikan kegiatan perusahaan, mengapa ketika publikasi tersebut benar-benar diberikan justru ditolak? Jika komunikasi dianggap penting, mengapa klarifikasi yang diminta tidak dijawab secara terbuka?


Sikap semacam ini berpotensi menimbulkan kesan bahwa keterbukaan hanya menjadi narasi seremonial saat pertemuan berlangsung, namun tidak diwujudkan dalam tindakan nyata ketika menyangkut penyebarluasan informasi kepada publik.


Padahal sebagai perusahaan milik negara yang mengelola aset publik dan beroperasi di tengah masyarakat, transparansi bukanlah pilihan, melainkan bagian dari tanggung jawab yang melekat pada setiap pejabat yang diberi amanah.



Penulis: Hendrik

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image