BREAKING NEWS

BBM Ghaib Di Sumatera Utara, Masyarakat Pertanyakan Penyebab Dan Dampaknya Terhadap Perekonomian

CYBERKRIMINAL.COM, SUMATERA UTARA – Pasca kebijakan yang disebut mulai diberlakukan sejak 7 Juli 2026 terkait penertiban kendaraan yang menunggak pajak, masyarakat di berbagai daerah di Sumatera Utara mengeluhkan BBM seolah "ghaib" dari sejumlah SPBU. Setelah berbulan-bulan solar subsidi sulit diperoleh, kini giliran bensin, Pertalite, hingga Pertamax yang dikeluhkan tidak tersedia di banyak SPBU. Kondisi tersebut memicu keresahan dan berbagai pertanyaan publik mengenai penyebab terganggunya pasokan maupun distribusi BBM di Sumatera Utara.

Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan roda dua, roda empat hingga truk angkutan mengular diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. Warga harus mengantre selama tiga hingga empat jam, itu pun belum tentu kebagian. Banyak pengendara terpaksa mendorong sepeda motornya, menginapkan kendaraan di sekitar SPBU, bahkan ada yang memilih pulang tanpa BBM. Sejumlah pekerja mengaku terpaksa bolos bekerja karena menghabiskan waktu di antrean, sementara seorang ibu rumah tangga yang ditemui redaksi tampak menangis lantaran tidak berhasil mendapatkan bensin untuk keperluan keluarganya, Jumat (17/7/2026)

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan penyebab BBM seolah ghaib dari pasaran dan mengaitkannya dengan kebijakan penertiban kendaraan. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang menyatakan adanya hubungan antara kedua persoalan tersebut.

Di sisi lain, berdasarkan pengakuan yang disebut disampaikan oleh Direktur Pertamina wilayah Sumatera Utara kepada redaksi, seluruh sopir mobil tangki disebut telah diberhentikan secara massal tanpa penjelasan yang jelas. Pernyataan tersebut turut memunculkan pertanyaan publik mengenai apakah kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi BBM di Sumatera Utara.

Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan hampir di seluruh sektor ekonomi. Sejumlah sopir truk logistik mengaku menghentikan operasional selama berhari-hari karena kesulitan memperoleh Bio Solar. Para petani juga mengkhawatirkan hasil panen sayur dan komoditas pertanian lainnya terlambat dipasarkan sehingga berisiko membusuk, sementara biaya distribusi dan logistik terus meningkat. Pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil mengaku pendapatannya menurun karena aktivitas usaha ikut terganggu.

Sementara itu, Pertamina menyatakan stok BBM dalam kondisi aman dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Namun pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian warga yang mengaku masih kesulitan memperoleh BBM di lapangan.

«"Stok aman yang mana? Di lapangan BBM justru kosong. Kami keliling dari satu SPBU ke SPBU lain tetap tidak dapat," ujar seorang warga.»

Sejumlah tokoh masyarakat dan pengamat turut berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi BBM apabila ditemukan adanya kendala yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh bahan bakar.

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan Pertamina segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan distribusi BBM serta menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kondisi yang terjadi. Menurut mereka, apabila persoalan ini terus berlarut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian, distribusi barang, serta mata pencaharian masyarakat di Sumatera Utara.

Reporter : Rezanasti
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image