Distribusi Air Mati Dua Hari, Pelayanan PDAM Tirta Keumuneng Disorot Warga: Kunjungan Klarifikasi Dinilai “Alergi” terhadap Publik
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA — Pelayanan PDAM Tirta Keumuneng kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kali ini keluhan datang dari warga Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota, yang mengaku harus menahan dampak buruk akibat distribusi air bersih yang terhenti selama dua hari penuh tanpa penjelasan memadai dari pihak perusahaan daerah tersebut.
Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan warga. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang semestinya dijamin keberlangsungannya. Terhentinya distribusi air membuat aktivitas rumah tangga warga lumpuh, mulai dari mandi, mencuci, memasak hingga kebutuhan sanitasi dasar lainnya.
Menurut keterangan sejumlah warga, aliran air PDAM di kawasan mereka sudah tidak mengalir sejak dua hari terakhir. Situasi tersebut memaksa masyarakat mencari solusi darurat dengan membeli air dari luar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau begini terus, masyarakat yang jadi korban. Air mati dua hari bukan persoalan kecil. Kami bayar tagihan, tapi pelayanan seperti diabaikan,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Tim investigasi sebelumnya telah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada salah satu pegawai PDAM terkait penyebab terhentinya distribusi air. Namun jawaban yang diberikan justru dinilai tidak memberikan kepastian solusi.
Dalam keterangannya, pegawai tersebut menyebut bahwa selama ini kondisi di Keumuneng dalam keadaan aman, namun distribusi air akan ikut berhenti apabila terjadi pemadaman listrik dari PLN karena sistem operasional PDAM terkoneksi langsung dengan pasokan listrik.
Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Warga menilai alasan tersebut menunjukkan lemahnya kesiapan manajemen dalam mengantisipasi gangguan pelayanan publik.
“Apakah PDAM tidak punya genset cadangan? Masa pelayanan air untuk ribuan warga sepenuhnya bergantung pada listrik PLN tanpa antisipasi?” kritik warga lainnya.
Kekecewaan publik semakin menguat setelah tim investigasi mencoba menemui langsung PLT Direktur Arif Firmansyah di kantor PDAM guna meminta klarifikasi resmi terkait pelayanan yang dinilai bermasalah.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Pada kunjungan pertama, pihak keamanan kantor menyebutkan bahwa PLT Direktur baru saja meninggalkan kantor dan meminta tim kembali keesokan harinya. Saat dilakukan kunjungan kedua, pihak security kembali menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang dinas luar.
Situasi itu memunculkan kesan negatif di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga menilai pihak PDAM terkesan menghindari konfirmasi dan alergi terhadap kritik publik, padahal persoalan distribusi air menyangkut kepentingan dasar masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (24/5/2026), belum ada penjelasan resmi dari pihak PDAM Tirta Keumuneng terkait penyebab utama gangguan distribusi air maupun langkah konkret untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
Tim investigasi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan serta profesionalisme jurnalistik. Apabila terdapat penjelasan resmi atau perkembangan terbaru, redaksi akan kembali memberitakan secara kredibel dan berimbang.
(**)
