BREAKING NEWS

Jangan Berikan Masyarakat Pil Pahit, Hingga Menanti kepastian, Haruskah Berdiri Dengan MangkuJiwo Hidup

CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Masyarakat Kota Langsa, Aceh, masih menunggu kepastian penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial RI pascabanjir yang melanda kota Langsa pada pekan sebelumnya. Mereka juga menunggu kapan kepastian tahapan berikutnya, apakah penyaluran tersebut memerlukan waktu yang lama.

Dengan desak masyarakat kota Langsa yang belum menerima jaminan hidup ( Jadup ) sampai saat ini, mendesak walikota Langsa untuk segera mengambil langkah  cepat agar penyaluran bantuan jaminan hidup untuk tahap berikutnya, agar masyarakat dapat merasakan manfaat jadup. 



Berkas-berkas masyarakat sudah diterima masing-masing desa, namun belum ada kejelasan lebih lanjut. Walau baru-baru ini sebagian sudah disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Langsa, melalui proses pengambilan lewat kantor pos terdekat.

Masyarakat Kota Langsa berharap agar bantuan ini dapat disalurkan dengan cepat sehingga dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. Filosofi hidup "MangkuJiwo" yang menekankan pentingnya memiliki jiwa yang kuat dan semangat yang tinggi dalam menghadapi tantangan hidup, menjadi harapan bagi masyarakat yang masih berjuang pascabanjir.

Pemerintah Kota Langsa diharapkan dapat memperjelas proses penyaluran bantuan ini dan memastikan bahwa bantuan tersebut dapat diterima oleh seluruh masyarakat yang terdampak banjir. Masyarakat juga berharap agar tidak ada lagi penundaan atau kesalahan dalam penyaluran bantuan, karena mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk memulihkan kehidupan mereka dan membantu ekonomi masyarakat Kota Langsa.

Bantuan Jadup ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Kota Langsa yang terdampak banjir, dengan penyaluran yang cepat masyarakat untuk bangkit kembali. Pemerintah Kota Langsa harus bertindak cepat dalam menangani kasus ini, agar masyarakat dapat percaya bahwa bantuan tersebut disalurkan dengan adil dan merata.

Oleh karena itu, masyarakat yang belum menerima jaminan hidup (Jadup) sangat menanti kepastian dari pemerintah kota Langsa tahap berikutnya. Semoga bantuan ini dapat segera disalurkan dan membantu masyarakat Kota Langsa yang terdampak banjir.



Salah satu warga Gampong simpang Wie kecamatan Langsa timur mengungkap kekecewaan nya lewat lirik pers kepada media ini. ia menjelaskan bahwa, sebelumnya pascabanjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat hingga Sumatera Utara dan Aceh dan kota Langsa pada 26 November 2025. Ia juga menekankan bahwa Gampong simpang Wie tempat persinggahan air banjir tiap kali hujan deras hingga air tersebut memasuki pemungkiman rumah warga sekitar dan hampir tiap tahun yang dirasakan warga,  namun"  yang menjadi ironisnya, sejuah hari masyarakat sudah menyerahkan berkas formulir data banjir dikantor desa setempat,  dinyatakan yang menerima bantuan rumah rusak ringan hanya satu orang, yang itu warga simpang Wie. Hal ini menimbulkan tanda tanya kepada BPBD atau BNPB kota Langsa..? Publik juga mempertanyakan dan menyoroti hal ini bisa terjadi lamban dalam proses penyaluran bantuan Jaminan hidup ( Jadup) untuk masyarakat kota Langsa. 


Wartawan cyberkriminal menurunkan berita ini sampai kemeja Redaksi, dan belum memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait. hingga berita ini diterbitkan pada 28/3/2026) 


Pewarta Hendrik.
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image