Kepala Sekolah SMA N 5 Langsa Klarifikasi Kasus Kesalahpahaman dengan Insan Pers
CYBERKRIMINAL.COM, LANGSA, ACEH – Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Langsa, Azhari, melakukan klarifikasi terkait kesalahpahaman yang terjadi dalam interaksinya dengan dua insan pers yang berkunjung pada tanggal 18 Februari 2025. Dalam konferensi pers yang berlangsung di ruang kerjanya, Azhari menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang dianggap tidak mengenakkan ini, serta menegaskan komitmennya untuk mendukung hubungan baik antara dunia pendidikan dan media.
Pada kesempatan tersebut, Azhari menjelaskan bahwa kedatangan insan pers bersamaan dengan kegiatan Bimbingan Koordinasi Pengawasan (Bikorwas) dan pelatihan peningkatan kemampuan keamanan satuan pengamanan (satpam) di seluruh sekolah di wilayah Langsa. Ia menuturkan bahwa acara tersebut dihadiri oleh beberapa kepala sekolah lain, sehingga jadwal yang padat membuatnya kurang dapat memberikan perhatian penuh kepada tamunya. “Saya tidak bermaksud merendahkan kedua insan pers tersebut, namun situasi saat itu mengharuskan saya fokus pada penyelenggaraan acara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Azhari mengakui adanya kekeliruan dalam penggunaan bahasa saat berkomunikasi. Ia menjelaskan bahwa ungkapan yang digunakan, seperti “peu peng, heuh,” berasal dari dialek Aceh yang terkadang terdengar kasar ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. “Saya menyadari, apa yang saya katakan mungkin terlihat tidak pantas bagi mereka, padahal tidak demikian maksud saya,” tuturnya dengan rasa penyesalan.
Kepala sekolah yang akrab disapa Pahlawan Pendidikan itu juga menekankan pentingnya hubungan baik antara media dan pemerintah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. “Sebagai pilar keempat demokrasi, insan pers memainkan peranan vital dalam menyampaikan informasi dan membangun komunikasi yang konstruktif,” ujar Azhari. Dia berharap, kejadian ini tidak menghalangi kerjasama yang telah terjalin antara institusi pendidikan dan dunia pers.
Azhari melanjutkan pernyataannya dengan menegaskan perlunya saling menghargai dan memahami peran masing-masing dalam mencapai kemajuan, terutama dalam era teknologi informasi yang kian berkembang pesat. “Kami selalu terbuka untuk kolaborasi dan sinergi demi kemajuan pendidikan dan penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat,” imbuhnya.
Di akhir konferensi pers, Azhari sekali lagi mengulangi permohonan maafnya kepada kedua insan pers yang hadir di acara pelatihan satpam tersebut. Ia berharap agar komunikasi yang lebih baik dapat terjalin di masa mendatang, serta mendorong semua pihak untuk saling mendukung demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan pendidikan dan informasi di daerah Langsa.
