Sinergi TNI-Polri dan BNNK, Lapas Watampone Gelar Penggeledahan Gabungan
CYBERKRIMINAL.COM, WATAMPONE - Memperkuat deteksi dini dan mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone menggelar penggeledahan gabungan di blok dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (23/9) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WITA ini melibatkan jajaran Lapas Watampone bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait, yakni Kodim 1407 Bone, Polres Bone, BNNK Bone, dan Brimob Batalyon C Bone. Sebanyak 60 personel dari unsur eksternal turut ambil bagian, terdiri atas 10 personel Kodim 1407 Bone, 10 personel BNNK Bone, 20 personel Polres Bone, dan 20 personel Brimob Batalyon C Bone, bersama 93 petugas Lapas Watampone dan 17 peserta magang.
Sebelum pelaksanaan, seluruh personel mendapatkan pengarahan terkait teknis penggeledahan, pembagian tugas, serta penegasan agar kegiatan dilaksanakan secara tertib, humanis, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penggeledahan kemudian dilakukan pada sejumlah blok dan kamar hunian WBP. Petugas menyisir area kamar serta memeriksa barang-barang yang ditemukan untuk memastikan tidak terdapat benda yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban maupun barang-barang yang dilarang berada di dalam Lapas.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 15 kamar hunian WBP dan menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan serta inventarisasi lebih lanjut.
Barang yang ditemukan meliputi sendok dan peralatan makan berbahan logam, silet, piring kaca, korek api, tali dan kabel, paku, baut, kartu domino, gunting, cutter, serta botol. Seluruh barang temuan diamankan untuk dilakukan pendataan, inventarisasi, dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala BNN Kabupaten Bone, Risman Sani, turut menyambut baik pelaksanaan sidak tersebut. Ia menilai sinergi antara Lapas Watampone dan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan dan pencegahan peredaran barang terlarang.
“Hasil sidak yang menunjukkan kondisi zero narkoba dan zero handphone menjadi capaian positif. Ini menunjukkan pengawasan yang dilakukan Lapas Watampone berjalan dengan baik sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung P4GN dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkotika,” ujar Risman.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menegaskan bahwa penggeledahan gabungan tidak hanya menjadi langkah pemeriksaan rutin, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat sistem deteksi dini melalui sinergi dengan berbagai unsur penegak hukum.
“Penggeledahan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, BNNK, dan Brimob sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Rahnianto.
Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Watampone dalam memperkuat pengawasan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
