BREAKING NEWS

Prabowo: Kepemimpinan Tak Bisa Dihadiahkan, Lahir Lewat Kesulitan dan Keberanian

 *


_Siaran Pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_


05-07.08.26


Jakarta, 7 Agustus 2026 – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan jiwa kepemimpinan bukanlah “hadiah” yang bisa diperoleh begitu saja. Menurutnya, jiwa kepemimpinan hanya bisa didapat melalui kesulitan serta kerja keras.


“Saudara-saudara, kepemimpinan tidak bisa diberikan sebagai hadiah. Kepemimpinan itu diperoleh melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam seorang,” ujar Prabowo dalam acara peluncuran buku 'Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri' sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Teater Djakarta, Jakarta, Jumat (7/8).


Prabowo menilai, orang yang tidak pernah mengalami kesulitan dan penderitaan tak bisa menjadi pemimpin. Ia menilai hambatan dan hambatan membentuk karakter seseorang.


“Kondisi yang memberatkan, kondisi hambatan, kondisi hambatan, justru kondisi-kondisi ini yang membesarkan seorang pemimpin. Hampir bisa dikatakan, orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak menghadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan, hampir bisa dikatakan ndak jadi pemimpin. Itu kenyataan,” tegasnya.


Selain itu, kata Prabowo, keberanian juga merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin. Namun, keberanian harus didukung dengan kebijaksanaan. Jika tidak, maka pemimpin tersebut bisa membahayakan orang-orang di sekitarnya.


"Syarat keberanian jadi pemimpin. Tapi keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati," kata Prabowo.


“Berani tanpa berkah akan muncul sebagai pemimpin, tapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang mengancam yang dipimpin,” tambahnya.


Prabowo pun bercerita soal dirinya yang sempat memimpin pasukan khusus TNI Angkatan Darat (AD). Ia mengaku dengan pengalamannya sebagai pemimpin, ia memiliki kemampuan untuk menilai seseorang hanya melalui sekilas interaksi.


"Dari muda kita sudah berhadapan dengan 30 orang, pertama kali itu. Bahkan di Akademi kita sudah berkumpul dengan orang, jadi kita sudah bisa lihat. Kita bisa menangkap apakah itu dikatakan getaran, apa yang dikatakan insting, mungkin bahasa Inggrisnya getaran atau kimia. Dan kita bisa menilai dari dua-tiga kalimat, dari pembicaraan, dari tanggapan,” tuturnya.


Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki ketangguhan menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras. Ia tak ingin generasi penerus Indonesia mudah menyerah atau mengeluh.


“Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras? Atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?” ucap dia.

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image