Sekitar 80 Rumah dan Warung Ludes Terbakar di Jalan Sultan Abdullah, Puluhan KK Kehilangan Tempat Tinggal
CYBERKRIMINAL.COM, MAKASSAR – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat dini hari (31/7/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 80 unit rumah dan warung, menyebabkan puluhan kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan-bangunan yang berdempetan. Kondisi permukiman yang padat serta sebagian bangunan yang didominasi material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan pada fase awal kebakaran.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan segera dikerahkan ke lokasi. Sejumlah armada pemadam diturunkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke kawasan permukiman di sekitarnya. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api.
Akibat musibah tersebut, puluhan keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka habis dilalap si jago merah. Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga dilaporkan kehilangan berbagai barang berharga dan kebutuhan pokok. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian bersama instansi terkait. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendataan terhadap rumah dan warga yang terdampak guna memastikan jumlah korban dan besaran kerugian.
Pemerintah Kota Makassar diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta menyediakan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi layak, tidak menggunakan sambungan listrik yang berlebihan, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi kebakaran di kawasan permukiman padat guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar apabila musibah serupa kembali terjadi.
