BREAKING NEWS

 


Manajer SPBU di Luwu Diduga Diperas Mantan Wartawan, AKBP Adnan Tegas: "Lapor, Jangan Diam"


CYBERKRIMINAL.COM, LUWU — Jagat maya Luwu mendadak panas. Seorang manajer SPBU di Kabupaten Luwu mengaku menjadi korban dugaan pemerasan, tapi modusnya bukan ancaman fisik melainkan melalui berita. Kisah ini viral dan memancing reaksi keras Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu.

Kapolres Luwu menegaskan lakukan pelaporan resmi. Ia mengutuk praktik oknum mantan wartawan yang diduga memeras dengan menggunakan berita sebagai alat tekan dan uang sebagai target.

"Kalau memang ada pemerasan dan ada pihak yang merasa dirugikan, lebih baik silakan dilaporkan," tegas Adnan, Jumat (2/1/2026).

Menurut Adnan, tidak ada toleransi bagi praktik yang mencederai profesi jurnalistik sekaligus melanggar hukum. Polisi siap bekerja asalkan korban berani melapor secara resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

"Lakukan pelaporan untuk dilakukan proses penyelidikan," tambahnya.

Kasus ini bermula dari pengisian bahan bakar pada 13 Desember 2025, yang kemudian direkam dan diberitakan sejumlah media daring.

Manajer SPBU, Alling, menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta dan berkembang menjadi alat tekanan yang berujung pada permintaan uang.

Dugaan pemerasan ini menguat setelah awak media mengonfirmasi langsung kepada Direktur atau Pimpinan Media Online PedomanRakyat.co.id, James Wehantouw.

James membenarkan bahwa Nuryadin pernah aktif sebagai wartawan di medianya, namun kartu pers yang bersangkutan telah dicabut.

“Iya, jadi dicabut karena banyak sekali laporan,” kata James kepada media, Jumat, 2 Januari 2026.

James mengungkapkan bahwa selama aktif, Nuryadin kerap mencatut nama media untuk menekan pihak lain.

“Dia (Nuryadian) pergi ancam-ancam orang, peras-peras orang, membawa nama Pedoman. Kalau ada masalah, dia jual-jual nama Pedoman,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya berada di luar tanggung jawab redaksi dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum.

“Kalau memang bermasalah, bantu tangkap saja,” kata James.

Terpisah, Nuryadin alias Adhy membantah keras tudingan pemerasan. Ia menegaskan tidak pernah meminta uang dari pihak SPBU.

“Tidak pernah ada permintaan dari saya. Justru mereka yang menawarkan angka,” kata Nuryadin.

Ia menyebut komunikasi dan pertemuan yang terjadi merupakan inisiatif pihak manajemen SPBU dan pihak lain, bukan dirinya. Uang yang disebut-sebut dalam kasus ini, menurut dia, bukan atas permintaannya.

“Kalau diperas, orang tidak mungkin kirim uang. Saya punya rekaman dan bukti yang menunjukkan mereka yang meminta kerja sama,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, aparat siap menindak tegas praktik pemerasan, namun proses hukum harus diawali dengan laporan resmi dari pihak korban. 


(RAM/Ramadhan)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image