BREAKING NEWS

 


GPN Ingatkan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Aset Dinas Pertanian Sampang

 


SAMPANG — Kasus hilangnya handtraktor milik Dinas Pertanian Kabupaten Sampang yang belakangan disebut telah “ditemukan” masih menyisakan sejumlah pertanyaan di ruang publik. Klaim penemuan tersebut dinilai belum disertai penjelasan rinci sehingga memunculkan kebutuhan akan klarifikasi lebih lanjut.


Ketua Tim Generasi Peduli Negeri (GPN), Rolis Sanjaya, meminta agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara terbuka dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia menilai, informasi yang disampaikan ke publik tidak cukup hanya menyebut bahwa handtraktor telah ditemukan, tanpa disertai kronologi yang jelas.


Rolis menegaskan, GPN tidak sepakat apabila persoalan tersebut dianggap selesai hanya berdasarkan pernyataan sepihak. Menurutnya, publik berhak memperoleh kejelasan terkait peristiwa yang sebenarnya terjadi.


“Kalau memang ada unsur pencurian, siapa pelakunya? Kami berharap tidak ada praktik yang merugikan institusi maupun negara,” ujar Rolis Sanjaya.


Ia menyampaikan bahwa pola informasi “hilang lalu ditemukan” tanpa penjelasan detail justru berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, penyampaian bahwa handtraktor sudah ditemukan tidak serta-merta menutup persoalan.


“Kami tidak ingin hanya ada pernyataan ‘sudah ditemukan’ lalu persoalan dianggap selesai. Ini perlu kejelasan,” katanya.


Lebih lanjut, Rolis meminta Dinas Pertanian Kabupaten Sampang memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik, termasuk mengenai kronologi hilangnya handtraktor, lokasi penemuan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya.


“Harus dijelaskan secara terang, jangan menimbulkan tafsir bermacam-macam. Jika ada pelanggaran, silakan diproses sesuai hukum,” desaknya.


Menurut Rolis, tanpa kejelasan dan mekanisme hukum yang transparan, kasus ini dikhawatirkan menjadi preseden kurang baik dalam pengelolaan aset negara.


“Di mana ditemukan, bagaimana proses kehilangannya, dan siapa yang bertanggung jawab. Kami berharap semuanya dibuka secara jelas dan ditangani sesuai aturan,” lanjutnya.


Sementara itu, hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang belum mendapatkan tanggapan. Pihak dinas belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi maupun penanganan kasus tersebut.


Rolis menegaskan, GPN akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini hingga ada penjelasan dan kepastian hukum.


“Jangan sampai muncul dugaan-dugaan di masyarakat. Kalau memang ada kerugian negara, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum,” pungkasnya.


Kasus ini pun menjadi perhatian publik, dengan harapan agar instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara utuh dan akuntabel demi menjaga kepercayaan masyarakat.


Wir

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image