Komisi V DPR RI Drs.Hi Mukhlis Basri Bantu korban banjir di Lampung Barat
0 menit baca
CYBERKIMINAL.COM, LAMPUNG BARAT - Banjir bandang yang menerjang Pemangku Gunung Sari, Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, menyisakan duka mendalam dan kerusakan parah 13/9/2025.
Di tengah proses pemulihan, Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hi. Mukhlis Basri, turun langsung meninjau lokasi sekaligus menyalurkan bantuan, Sabtu (13/9/2025). Ia didampingi Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, serta Kepala Balai Sumber Daya Air Way Sekampung dan Way Mesuji.
Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas kepedulian Mukhlis Basri yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Lampung Barat dua periode.
“Kehadiran beliau adalah bentuk nyata kepedulian tokoh daerah yang tidak melupakan tanah kelahirannya. Bantuan moril dan materil yang diberikan sangat berarti bagi warga yang tengah berduka,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Mukhlis Basri menyalurkan bantuan senilai Rp18,25 juta. Empat kepala keluarga yang rumahnya hanyut menerima Rp1,5 juta per KK, 11 rumah rusak berat mendapat Rp750 ribu, dan delapan rumah rusak ringan menerima Rp500 ribu. Bantuan juga disertai perlengkapan ibadah.
Mukhlis menegaskan kehadirannya bukan sekadar menyerahkan bantuan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral sebagai putra daerah. Ia menyoroti pentingnya pemulihan infrastruktur pascabanjir, terutama bendungan dan saluran irigasi yang mengairi sekitar 50 hektare sawah.
“Normalisasi sungai harus segera dilakukan. Bendungan dan irigasi harus dipulihkan supaya fungsi pengairan kembali normal,” katanya.
Mukhlis juga mengajak masyarakat tetap tabah menghadapi musibah dan mengedepankan gotong royong dalam pemulihan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Mari kita saling membantu dan berdoa semoga musibah ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Selain meninjau lokasi banjir bandang di Pekon Banding Agung, rombongan juga mengunjungi Pemangku Sidomukti, Pekon Bandar Agung, Kecamatan BNS, yang terdampak longsor.
Banjir bandang akibat hujan deras itu menyebabkan 60 rumah terdampak, empat rumah hanyut, delapan rusak berat, dan 11 rusak sedang. Sekitar 75 hektare sawah juga diperkirakan gagal panen.(RM)




