BREAKING NEWS

 


SMAN 1 Sampang Jadi Model GSAB, Budaya Bersih dan Aman Diperkuat

 SMAN 1 Sampang Jadi Model GSAB, Budaya Bersih dan Aman Diperkuat



SAMPANG|Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang resmi mengakselerasi program Gerakan Sekolah Aman dan Bersih (GSAB) sebagai strategi penguatan karakter dan budaya disiplin di tingkat SMA/SMK dan SLB. Program ini digagas langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., sebagai jawaban atas tantangan lingkungan pendidikan yang semakin kompleks, Rabu (4/3/2026).






Kacabdin Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, menegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang siswa. Menurutnya, keamanan dari praktik perundungan (bullying) serta lingkungan yang bersih adalah fondasi utama terciptanya pembelajaran yang berkualitas.






“Gerakan Sekolah Aman dan Bersih bukan sekadar slogan. Ini gerakan nyata untuk memastikan siswa aman dari kekerasan, bebas dari tekanan sosial, serta belajar dalam lingkungan yang sehat dan tertata,” ujar Mas’udi saat ditemui di Kantornya (4/3).






Sebagai percontohan, SMAN 1 Sampang ditunjuk menjadi model implementasi GSAB. Sekolah ini tidak hanya menjalankan program secara administratif, melainkan menerjemahkannya dalam aksi konkret yang melibatkan kepala sekolah, guru, OSIS, komite sekolah, hingga orang tua siswa.






Salah satu program unggulan adalah “SMANSA Zero Sampah”. Sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata, SMAN 1 Sampang memperketat sistem pengelolaan lingkungan melalui penyediaan tempat sampah terpilah di setiap kelas, larangan penggunaan plastik sekali pakai, serta program Jumat Bersih serentak. Bahkan, lomba kelas terbersih digelar rutin setiap bulan untuk memicu semangat kompetitif yang positif.






Tak hanya itu, Bank Sampah Sekolah diaktifkan sebagai sarana edukasi ekonomi sirkular. Siswa diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi bisa memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Targetnya jelas: lingkungan sekolah bersih, sehat, dan bebas dari genangan sampah.






Di sisi keamanan, dibentuk Satgas Sekolah Aman Anti-Bullying yang terdiri dari guru BK, perwakilan OSIS, wali kelas, serta tim keamanan sekolah. Satgas ini membuka kanal pengaduan rahasia bagi siswa yang mengalami perundungan. Sosialisasi pencegahan kekerasan remaja juga rutin dilakukan agar budaya saling menghormati semakin mengakar.






Budaya 5S — Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun — diterapkan setiap pagi di gerbang sekolah. Guru dan pengurus OSIS menyambut siswa dengan pendekatan humanis. Langkah sederhana ini dinilai efektif membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat karakter sosial peserta didik.






Dalam aspek kesiapsiagaan, sekolah juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sampang untuk menggelar simulasi evakuasi gempa dan kebakaran. Jalur evakuasi dipasang di sejumlah titik strategis dan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia di setiap gedung. Mengingat wilayah Madura memiliki potensi risiko bencana tertentu, langkah ini dinilai krusial.






Sementara itu, penguatan pola hidup sehat dilakukan melalui program kantin sehat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Inspeksi kebersihan makanan, edukasi gizi seimbang, hingga pengawasan bahan pangan dilakukan secara berkala. Di sektor keamanan lalu lintas, sekolah bersinergi dengan Polres Sampang untuk edukasi safety riding, kewajiban helm standar, penataan parkir siswa, serta pemasangan CCTV di area strategis.






Mas’udi menegaskan, dampak program ini mulai terasa. Lingkungan belajar menjadi lebih sehat dan nyaman, prestasi akademik menunjukkan tren positif, citra sekolah meningkat, dan yang terpenting, orang tua merasa lebih tenang menitipkan anaknya. “GSAB adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Sampang,” tegasnya. (Fit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image