Skandal Judi Binjai: Pesan Konfirmasi ke Kapolres Bocor ke Penjaga Tembak Ikan, Dugaan Bekingan Aparat Meledak!!
0 menit baca
CYBERKIRIMINAL.COM, BINJAI – Sejak Mirzal Maulana menjabat sebagai Kapolres Binjai, dugaan maraknya praktik perjudian di wilayah hukum Polres Binjai semakin menjadi sorotan publik. Bukannya meredup, aktivitas perjudian justru disebut-sebut semakin terang-terangan beroperasi seolah tidak tersentuh hukum.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah arena judi tembak ikan yang berada di depan klenteng di Jalan Ade Irma Suryani, Kota Binjai. Tempat tersebut disebut telah lama beroperasi dan menjadi rahasia umum bagi masyarakat sekitar, namun hingga kini aktivitasnya diduga tetap berjalan tanpa hambatan.
Muncul pula dugaan adanya keterlibatan oknum aparat yang diduga menjaga keberlangsungan praktik perjudian tersebut. Informasi yang beredar menyebutkan adanya sosok dari unsur militer yang kerap terlihat berada di sekitar lokasi untuk memastikan aktivitas perjudian tetap berjalan.
Nama Hendra pun mencuat. Ia disebut-sebut berasal dari unsur Marinir di wilayah Pangkalan Brandan dan sering terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi perjudian dengan pakaian santai, seolah menjadi pengawas tidak resmi dari aktivitas tersebut.
Kejanggalan semakin terasa ketika pimpinan redaksi media online tuntasposttv.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kapolres Binjai melalui pesan WhatsApp. Namun pesan konfirmasi tersebut tidak mendapat tanggapan dari Kapolres.
Yang mengejutkan, tak lama kemudian justru muncul pesan dari seseorang yang mengaku bernama Hendra dari Brandan. Pesan tersebut berisi tangkapan atau penerusan isi pesan konfirmasi yang sebelumnya dikirim kepada Kapolres, sehingga memunculkan tanda tanya besar bagaimana pesan pribadi itu bisa sampai ke pihak yang diduga penjaga lokasi judi.
“Yang membuat saya heran, bagaimana pesan WhatsApp saya ke Kapolres bisa sampai ke penjaga mesin judi itu. Bahkan dia yang meneruskan kembali pesan itu kepada saya,” ujar pimpinan redaksi dengan nada heran.
Tak hanya itu, pesan dari sosok yang mengaku Hendra tersebut juga disebut berisi nada intimidatif, caci maki, bahkan menantang agar persoalan tersebut dilaporkan sampai ke Markas Besar TNI maupun kepada Prabowo Subianto selaku Presiden.
Di tengah berbagai dugaan yang mencuat, wilayah hukum Polres Binjai juga disebut-sebut diduga kuat ditunggangi oleh para mafia perjudian yang bermain di balik layar. Aktivitas perjudian yang terus berjalan memunculkan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi praktik tersebut demi keuntungan dan kepentingan ekonomi pribadi.
Sikap bungkam para petinggi di Kepolisian Resor Binjai saat dikonfirmasi awak media juga memunculkan persepsi bahwa hukum di wilayah tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal sebelumnya Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya akan menindak tegas anggota yang melanggar aturan dalam acara berbuka puasa bersama insan pers di Bareskrim Polri, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ulah oknum polisi yang mencederai rasa keadilan masyarakat.
Reporter: Reza Nasti/Tim




