Krisis Air Bersih di Kecamatan Atu Lintang, Warga Minta Pemerintah Aceh Tengah Segera Turun Tangan
0 menit baca
CYBERKRIMINAL.COM, ACEH TENGAH – Sebanyak sebelas desa di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami persoalan serius terkait ketersediaan air bersih. Dari total sebelas desa yang ada, hanya dua desa yang memiliki sumber mata air, sementara sembilan desa lainnya tidak memiliki sumber air tetap dan hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Terjadi krisis air bersih di sembilan desa di Kecamatan Atu Lintang. Warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Masyarakat di sembilan desa yang tidak memiliki sumber mata air menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka terpaksa menampung air hujan sebagai satu-satunya sumber air.
Permasalahan ini terjadi di wilayah Desa Damar Mulie dan desa-desa lain di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Krisis ini berlangsung sudah cukup lama dan semakin terasa saat musim kemarau tiba, ketika curah hujan menurun drastis.
Minimnya sumber mata air alami serta belum adanya pembangunan infrastruktur air bersih seperti sumur bor atau jaringan perpipaan menjadi penyebab utama krisis ini. Hingga kini, belum ada penanganan maksimal dari pemerintah daerah.
Akibat kondisi tersebut, warga harus berhemat air dan menunggu turunnya hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi ini sangat memprihatinkan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Warga berharap Pemerintah
Kabupaten Aceh Tengah segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata yang mereka alami. Mereka meminta adanya solusi konkret seperti pembangunan sumur bor, penyaluran air bersih, atau program bantuan darurat.
Masyarakat menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Mereka mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan tepat demi kesejahteraan warga Kecamatan Atu Lintang.
ABR




