BREAKING NEWS

 


Banjir Rendam Rumah dan Perabotan, Warga Simpang Wie Pertanyakan Bantuan yang Hanya Dinyatakan untuk Satu Penerima

CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA — Warga Gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur, kembali menghadapi kenyataan pahit akibat banjir tahunan yang merendam permukiman mereka. Rumah-rumah rusak, perabotan terendam air hingga tak lagi layak pakai, seakan “belajar berenang” di dalam rumah sendiri. Ironisnya, dari puluhan keluarga terdampak, bantuan yang dijanjikan justru disebut hanya diperuntukkan bagi satu orang penerima.

Peristiwa ini terjadi setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh pada 26 November 2025. Saat itu, Presiden RI Prabowo Subianto mengimbau agar bantuan segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Namun di lapangan, realitas yang dirasakan warga Simpang Wie jauh dari harapan. Sekitar 75 kepala keluarga yang terdampak banjir sebelumnya diminta mengisi formulir pendataan dampak banjir di kantor desa masing-masing. Proses tersebut dilakukan sebagai dasar verifikasi untuk penyaluran bantuan.

Akan tetapi, setelah proses verifikasi ulang, warga justru dikejutkan dengan informasi bahwa hanya satu orang yang dinyatakan sebagai penerima bantuan.
“Publik menanti kepastian dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana apakah kami yang terdampak ini memang tidak tercantum sebagai penerima bantuan tersebut,” ujar salah satu warga Simpang Wie.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan transparansi serta mekanisme verifikasi yang dilakukan oleh pihak terkait.

“Bagaimana bisa hanya satu orang yang menerima bantuan, sementara hampir seluruh warga di sini terdampak banjir?” ungkap warga lainnya.

Menurut warga, banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga merusak berbagai harta benda di dalamnya. Perabotan rumah tangga terendam air selama berhari-hari hingga rusak total.
“Harta benda kami terendam seperti ikan di dalam air. Banjir ini hampir terjadi setiap tahun. Kenapa hanya satu orang yang dinyatakan menerima bantuan?” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kekecewaan warga pun semakin memuncak. Mereka menilai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang sama-sama terdampak bencana.
“Kalau memang hanya satu warga yang menerima bantuan, lebih baik jangan diberikan sama sekali daripada menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” tegas warga tersebut.

Masyarakat Gampong Simpang Wie mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Langsa untuk segera melakukan peninjauan ulang terhadap data penerima bantuan serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan pada 2 Maret 2026, belum ada tanggapan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Langsa maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait polemik bantuan bagi warga terdampak banjir di Gampong Simpang Wie.



Pewarta: Hendrik
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image