Rokok Tanpa Pita Cukai Mengancam kota Langsa, Pihak Beacukai Diminta Tingkatkan Pengawasan
0 menit baca
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Diduga Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai di Kota Langsa menuai sorotan serius dari publik. Peredaran rokok ilegal ini dapat merugikan negara dan masyarakat, namun oknum-oknum yang terlibat seolah tidak takut dengan hukum.
Identitas oknum yang terlibat dalam peredaran rokok tanpa pita cukai ini dirahasiakan, namun sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa peredaran ini sudah berjalan lama di Kota Langsa tanpa terpantau oleh penegak hukum.
"Permainan ini seperti siluman yang bergentayangan, peredaran rokok tanpa pita cukai ini diberikan melalui individu perorangan dan diperdagangkan lewat rekanan, dan dijual belikan kepada rekan dekat agar tidak terpantau oleh pihak penegak hukum," ungkap sumber tersebut.
Publik juga menyoroti perdagangan haram ini, dan meminta pihak Beacukai Langsa untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai.
"Kita tidak bisa membiarkan oknum-oknum ini terus merugikan negara dan masyarakat. Pihak Beacukai harus lebih proaktif dalam mengawasi dan menindak peredaran rokok tanpa pita cukai ini," kata salah satu warga Kota Langsa.
Sumber lain juga mengungkapkan bahwa peredaran rokok tanpa pita cukai ini sudah menjadi rahasia umum di Kota Langsa, namun tidak ada tindakan serius dari pihak penegak hukum untuk menindaknya.
"Kita berharap pihak Beacukai Langsa dapat meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai ini, agar Kota Langsa dapat terbebas dari peredaran barang ilegal ini," tambah sumber tersebut.
Desakan ini juga mengacu kepada pihak Beacukai Langsa untuk melakukan pemantauan lebih dalam dan tidak membiarkan peredaran rokok tanpa pita cukai ini berjalan dengan lancar.
Kita siap mendukung upaya penegakan hukum dan pengawasan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai di Kota Langsa," kata salah satu sumber.
Tim media Nasional menegaskan dan berkomitmen akan memantau perkembangan selanjutnya, demi kenyaman bagi publik. sehingga berita ini diturunkan dan belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Tim juga membuka ruang klarifikasi agar berita berimbang. higga diterbitkan pada 26 Febuari 2026.
( Tim )




