Momen Meugang Menuai Sorotan Bagi Publik. Pembagian Daging Tidak Merata. Masyarakat kecewa
0 menit baca
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA, ACEH - Pembagian daging Meugang yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi Aceh masyarakat dan kota Langsa, justru menuai sorotan publik. Program pembagian daging Meugang yang didanai oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sebesar Rp600.000.000 dan didukung oleh Pemko Langsa sebesar Rp429.500.000, ternyata menuai sorotan bagi publik hingga menimbulkan tanda tanya, sehingga pembagian daging tersebut, tidak merata oleh sebagian besar masyaraka kota Langsa.
Informasi yang berkembang dari berbagai media online. juga dikutip dari berbagai sumber. media ini juga telah mengupayakan dan melakukan konfirmasi dengan beberapa sumber, bahwa pembagian daging tersebut tidak cukup, itu pun hanya untuk lansia.
Yang menjadi ironisnya, "Ketika media melakukan investigasi langsung kepada warga dikota Langsa, yang juga bisa dikatakan sebagai kaum miskin, guna untuk memastikan pembagian daging untuk kaum kaum tersebut, namun, kaum tersebut menyatakan, kami tidak menerima manfaat daging tersebut. dikarenakan daging tersebut tidak cukup dibagikan oleh masyarakat.
Sebanyak 71 ekor sapi dibagikan kepada 66 gampong di 5 kecamatan dalam wilayah Kota Langsa, namun hanya sebagian kecil masyarakat yang menerima daging Meugang. Kriteria penerima yang disesuaikan dengan kebijakan di gampong, yaitu kepala keluarga, prioritas utama bagi fakir miskin dan dhuafa, dan tidak diperuntukkan bagi perangkat gampong, ASN, TNI/Polri, maupun masyarakat yang memiliki penghasilan tetap atau t berkecukupan, ternyata tidak efektif.sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat kota Langsa.
Publik juga mempertanyakan program tersebut.." apakah hanya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana banjir, atau dikhususkan hanya untuk kalangan duafa dan janda miskin.. " tanya masyarakat..?
Masyarakat lainnya juga mempertanyakan, apakah program bantuan daging tersebut, diprioritaskan untuk masyarakat yang terdampak korban banjir atau khusus untuk kaum duafa dan janda atau fakir miskin. Masyarakat lainnya juga mengalami dampak banjir hingga merasakan langsung ekonomi pada saat itu, terjadi pada 26 November 2025. hingga berimbas keseluruhan masyarakat Aceh.
Masyarakat kota Langsa mempertanyakan ketajaman dan kepekaan pemerintah daerah dan pusat dalam mengelola program pembagian daging Meugang. "Momen Meugang seharusnya menjadi prioritas masyarakat Aceh dan tradisi ini membawakan keberkahan, namun apa yang terjadi?" tanya salah satu warga.
Warga lain juga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak efektif dalam mengelola program pembagian daging Meugang. "Kami ingin tahu apa alasan pemerintah melakukan hal ini. Apakah ini karena ada kesalahan teknis atau ada maksud lain?" tanya warga lainnya dengan nada kesal.
Sehinga berita ini diterbitkan dan belum ada tanggapan resmi dari pihak mana pun.
Redaksi Cyberkriminal akan terus memantau perkembangan selanjutnya higga membuka ruang klarifikasi guna untuk mendapatkan informasi keberimbangan berita selanjutnya, dan melaporkan perkembangan situasi ini. Apakah pemerintah akan merespons keluhan masyarakat kota Langsa?
Pewarta : Hendrik (Kaperwil Aceh)




