DLH Terjun Lapangan, Limbah Pabrik Tebu Diduga Jadi Biang Kerusakan Sungai Bengkel
0 menit baca
CYBERKIRIMNAL.COM LANGKAT – Terungkap dugaan penyebab ribuan ikan berbagai spesies mati terapung di Sungai Bengkel/Sei Cabang, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Warga menuding Pabrik Tebu Kwala Madu (dulu PTPN II, kini PTPN I) membuang limbah beracun langsung ke sungai, menghancurkan ekosistem dan merugikan warga setempat.
Warga setempat menyesalkan minimnya tindakan instansi terkait. "Setiap kali panen, limbah pabrik mencemari sungai. Ikan mati berjatuhan, tapi pemerintah seolah tutup mata," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Ilham, warga lainnya, menegaskan, "Sudah sering terjadi, tapi belum ada tindakan tegas. Kami hanya melihat ekosistem rusak dan ikan mati tanpa ada solusi nyata."
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat melalui stafnya, Rajianto, mengatakan pihaknya masih menelusuri lokasi dan sumber limbah. "Kami menuju pabrik untuk memastikan aliran limbah. Jika terbukti, hasilnya akan dilaporkan ke pak Kadis untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Rajianto melalui telepon.
Tokoh lingkungan desa, Umar, mendesak tindakan cepat dari pemerintah daerah. "Kejadian ini tidak boleh terulang. Pelaku usaha yang melanggar harus ditindak tegas. Lingkungan dan warga tidak bisa terus dirugikan!" tegasnya.
Reporter : Reza Nasti




