BREAKING NEWS

 


Diduga Dana Rp25 Juta Tak Sejalan dengan Kelayakan TPS, Pemilihan Geuchik Alue Buloh Disorot

CYBERKRIMINAL.COM, ACEH TIMUR - Pemilihan tiga calon Geuchik Gampong Alue Buloh, Kecamatan Biren Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, yang digelar pada Rabu, 5 Februari 2026, kini menuai sorotan tajam. Di balik rampungnya proses demokrasi tingkat gampong tersebut, mencuat dugaan serius terkait pengelolaan anggaran panitia pelaksana yang dinilai tidak transparan dan jauh dari kata profesional.

Pantauan langsung Media Cyberkrimal di lokasi menunjukkan bahwa tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan panitia terbilang sangat sederhana dan dinilai tidak layak. Proses pemilihan hanya memanfaatkan fasilitas Balai Desa serta bangunan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gampong Alue Buloh, bahkan sebagian kegiatan berlangsung di teras depan bangunan tersebut.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar, mengingat besaran biaya yang dihimpun panitia tidaklah kecil. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Cyberkrimal dari sumber terpercaya yang enggan disebutkan identitasnya, setiap calon Geuchik dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp4.600.000. Jika dikalkulasikan, total dari tiga calon mencapai sekitar Rp14 juta. Selain itu, panitia juga disebut menerima dukungan anggaran dari Dana Desa sebesar Rp11 juta.

“Jika digabungkan, total dana yang dikelola panitia mencapai sekitar Rp25 juta. Namun faktanya, hampir tidak terlihat adanya pembiayaan signifikan untuk sarana dan prasarana pelaksanaan pemilihan,” ungkap sumber tersebut.

Sumber itu juga menegaskan bahwa alat dan perlengkapan pemilihan disebut-sebut tidak mengeluarkan biaya berarti. Kondisi ini dinilai ironis dan menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana.

“Ini sangat ironis. Panitia terkesan tidak profesional dan tidak transparan dalam mengelola anggaran pemilihan Geuchik,” tegasnya dengan nada kritis.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan Cyberkrimal dengan menghubungi Ketua Panitia Pemilihan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada respons ataupun klarifikasi yang diberikan.

Sikap bungkam tersebut dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik dan menghambat kerja jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi.

Atas dasar itu, berita ini ditayangkan sebagai bentuk kontrol sosial. Redaksi Cyberkrimal.com tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada panitia pelaksana maupun pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan objektif.

Publik kini menanti, apakah panitia pelaksana berani memberikan penjelasan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan atas dugaan pengelolaan dana pemilihan Geuchik tersebut.


Pewarta: Hendrik 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image