Darurat Narkoba di Kota Beriman: Polresta Balikpapan Ringkus 44 Tersangka, Mayoritas Gen Z
0 menit baca
CYBERKRKRIMINAL.COM, BALIKPAPAN – Komitmen Polresta Balikpapan dalam memberantas peredaran gelap narkotika di awal tahun 2026 menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, aparat kepolisian berhasil mengungkap 44 kasus penyalahgunaan narkoba dengan total 44 tersangka yang diamankan di wilayah hukum Kota Balikpapan.
Kapolresta Balikpapan, Jerrold Kumontoy, mengungkapkan bahwa dari total tersangka yang ditangkap, sebanyak 30 orang berasal dari kelompok usia muda atau Generasi Z, yakni rentang usia 18 hingga 29 tahun. Fakta ini menjadi peringatan serius bahwa generasi produktif kini menjadi kelompok paling rentan terpapar dan terjerat jaringan peredaran narkotika.
“Dominasi usia muda dalam kasus ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Dalam operasi intensif selama dua bulan tersebut, petugas turut menyita barang bukti dengan nilai ekonomis yang ditaksir mencapai Rp2.678.215.000. Rincian barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 1.079,01 gram atau sekitar 1,07 kilogram sabu, 1.319 butir ekstasi, serta sejumlah paket tembakau sintetis (gorilla). Barang bukti tersebut diduga kuat siap edar dan berpotensi merusak ribuan generasi muda apabila berhasil beredar di pasaran.
Pengungkapan ini sekaligus menegaskan bahwa Kota Balikpapan yang dikenal dengan julukan “Kota Beriman” tidak luput dari ancaman serius peredaran narkoba. Kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan patroli, operasi penindakan, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan instansi terkait guna menekan laju peredaran barang haram tersebut.
Polresta Balikpapan juga mengimbau peran aktif orang tua, institusi pendidikan, serta lingkungan sosial untuk memperketat pengawasan terhadap generasi muda. Upaya pemberantasan narkoba, menurut kepolisian, tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan langkah preventif dan edukatif secara berkelanjutan demi menyelamatkan masa depan bangsa.
Bang Wira




