Penanganan Bencana Diduga Lamban, Longsor Mendale Belum Tertangani Meski Sudah 46 Hari
0 menit baca
CYBERKRIMINAL.COM, KEBAYAKAN, ACEH TENGAH — Hampir tujuh pekan pasca bencana tanah longsor melanda kawasan Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, penanganan dari pemerintah daerah dinilai masih jauh dari optimal. Longsor yang terjadi 46 hari lalu itu hingga kini belum mendapatkan respons signifikan, baik dalam pembersihan material maupun langkah mitigasi lanjutan.
Material longsor berupa tanah, batu besar, dan lumpur masih menutupi sebagian area pemukiman serta akses jalan utama desa.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan Cyberkriminal.com pada Selasa, 10 Januari 2026, tampak jelas gundukan tanah dan bongkahan batu yang berserakan di badan jalan. Beberapa area yang tertutup material bahkan mulai ditumbuhi rumput liar, menandakan minimnya upaya pembersihan sejak peristiwa terjadi.
Warga Desa Mendale dan pengguna jalan menjadi pihak paling terdampak.
Akses transportasi terganggu, aktivitas masyarakat terhambat, dan risiko longsor susulan masih mengancam karena tidak ada penanganan struktural. Warga mengaku kecewa akibat tidak adanya alat berat yang dikerahkan oleh pemerintah daerah untuk mengevakuasi material.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menilai lambatnya respon pemerintah Aceh Tengah menunjukkan lemahnya sistem penanganan bencana di daerah tersebut. “Sudah lebih dari satu bulan, tapi kondisi masih begini saja. Akses susah, bantuan juga tidak jelas,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang terkait pembersihan material maupun upaya mitigasi lanjutan. Masyarakat mendesak pemerintah daerah agar segera menurunkan alat berat dan menetapkan langkah tanggap darurat guna mencegah jatuhnya korban maupun kerusakan tambahan, terutama jika terjadi longsor susulan.




