BREAKING NEWS

 


Bukan Gagal Bangun Jalan, Tapi Berhasil Menghancurkan Makna Pembangunan di Atas Kertas Sempurna, Di Lapangan Bangkai!

CYBERKRIMINAL.COM, LANGKATJalan Sungai Cabang tidak runtuh karena kelalaian. Ia runtuh karena kehancuran adalah standar kerja. Di Langkat, kualitas bukan target, melainkan penghalang. Proyek tidak diukur dari daya tahan, tetapi dari seberapa cepat ia bisa diselesaikan di kertas dan dilupakan di lapangan.

Aspal yang mengelupas itu bukan kegagalan teknis—ia adalah tanda tangan sistem. Tanda tangan bahwa mutu boleh dipangkas, spesifikasi boleh dilenturkan, dan pengawasan boleh dijadikan formalitas. Selama dokumen rapi dan angka cocok, realitas boleh hancur. Negara merasa sah karena administrasi selamat.

PU, Pokja, PPK, dan Inspektorat bukan sekadar mata rantai; mereka adalah ekosistem. Ekosistem yang hidup dari saling mengamankan. Di dalamnya, diam adalah bahasa bersama, laporan adalah tameng, dan kerusakan adalah ongkos operasional. Semua berjalan tenang karena tidak ada yang benar-benar berdiri di luar lingkaran itu.

Yang paling kejam adalah cara kehancuran ini dinormalisasi. Jalan rusak diperlakukan seperti nasib, bukan akibat. Warga diarahkan untuk maklum, bukan untuk bertanya. Ketika negara melatih rakyat menerima hasil buruk sebagai kewajaran, di situlah kebusukan mencapai tahap matang.

Inspektorat berdiri sebagai simbol tanpa gigitan. Pengawasan dipajang, bukan dijalankan. Ia hadir untuk menenangkan sistem, bukan untuk mengganggunya. Selama kehancuran tidak berisik, semua dianggap terkendali. Ketika suara aspal pecah lebih keras dari laporan, yang dipilih untuk dipercaya tetap laporan.

Jalan Sungai Cabang kini menjadi bukti yang tak bisa ditutup stempel. Ia menelanjangi satu fakta pahit: pembangunan di Langkat tidak runtuh karena kekurangan aturan, melainkan karena aturan telah dijinakkan untuk melindungi kegagalan.

Di titik ini, berbicara tentang perbaikan terasa naif. Masalahnya bukan proyek yang hancur, melainkan sistem yang hanya berfungsi jika ada yang dihancurkan. Dan selama kehancuran itu menguntungkan, ia akan terus diproduksi rapi di meja, rusak di tanah, dan mahal bagi rakyat.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image